Jakarta, Gontornews – Pemerintah telah mulai menginokulasi semua tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin Sinovac COVID-19 dengan suntikan Moderna untuk meningkatkan kekebalan mereka setelah kehilangan hampir 500 dokter karena pandemi.
“Kami sudah mulai memberikan suntikan booster menggunakan Moderna kepada lebih dari 50 profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan.
“Mereka telah mendapatkan vaksin Sinovac, dan mereka sekarang menerima Moderna. Mereka sangat percaya diri menerima booster,” tambahnya dikutip Arabnews.com.
Tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menunjukkan, 491 dokter telah meninggal dunia karena virus corona sejak Maret tahun lalu.
Pada hari Sabtu, Indonesia mencatat 51.952 kasus baru dan 1.092 kematian setelah menggantikan India sebagai pusat baru pandemi di Asia dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, yang memimpin penguncian Jawa-Bali yang diberlakukan pada 3 Juli, mengatakan jumlahnya akan terus meningkat dan pemerintah telah bersiap untuk skenario terburuk, jika beban kasus harian mencapai 60.000 per hari.
“Kami sedang mengevaluasi apakah perlu memperpanjang pembatasan darurat,” kata Luhut dalam konferensi pers, Sabtu. Lockdown sebagian di Jawa dan Bali akan berakhir pada hari Selasa.
Dia menambahkan, tindakan pemerintah menambah lebih banyak tempat tidur di rumah sakit sakit merupakan tindakan sementara. Solusi permanennya yaitu “dengan ketat mematuhi protokol kesehatan dan mempercepat program vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal.”
“Jika kita semua konsisten, saya pikir situasi kita akan lebih baik pada akhir Juli,” tambahnya. []






















