Kuwait, Gontornews — Pemerintah Kuwait melantik Sheikh Nawaf Al-Ahmad Al Sabah sebagai Emir Kuwait yang baru, Kamis (30/9). Pelantikan ini terlaksana tidak lama setelah emir Sheikh Sabah Al-Ahmad al-Jaber Al-Sabah meninggal dunia, Rabu (29/9), pada usia 91 tahun.
Upacara pemulasaran Sheikh Sabah Al-Jaber Al-Ahmad Al-Sabah dilakukan secara terbatas karena masalah Covid-19. Padahal, Emir Kuwait sebelumnya, Sheikh Jaber, ribuan warga Kuwait turun ke jalan demi menghantarkan pemimpinnya ke lokasi pemakaman.
Sejumlah pejabat tinggi dunia memberikan penghormatan terakhir kepada Sheikh Sabah sebagai diplomat berpengalaman dan politisi cerdas. Almarhum mendapatkan penghormatan luas sebagai pejuang kemanusiaan serta berjuang demi menyelesaikan perpecahan Timur Tengah.
Sheikh Sabah pun berpengalaman sebagai juru damai kala memperbaiki hubungan dengan Irak serta menyelesaikan perselisihan negara-negara Teluk.
โMeskipun pemimpin negara-negara Teluk tidak selalu mengindahkan nasihatnya, Emir merupakan sosok pengingat yang berjuang keras untuk membangun kemitraan internasional serta merangkul kawasan,โ ungkap analis dari Middle East Scowcroft, Kirsten Fontenrose, kepada Reuters.
Sementara penggantinya, Sheikh Nawaf, bukan merupakan sosok berpengalaman sebagai konsilator. Shekh Nawaf, sambung Fontenrose, cenderung fokus pada masalah domestik seperti memilih putra mahkota yang dapat membangun konsensus dalam keluarga dan bekerja dengan parlemen.
Sepeninggal Shekh Sabah, Shekh Nawaf mendapatkan tugas yang cukup berat seperti meningkatkan pemasukan negara pasca rendahnya harga minya mentah dunia. Pandemi Covid-19 juga masih menjadi permasalah penting yang perlu terurai pada masa kepemimpinannya. [Mohamad Deny Irawan]





















