15
Tonton Selengkapnya
35 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 7 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Spesialis Dakwah Daerah Pedalaman

Dr Ahmad Misbahul Anam, Ketua Bidang Dakwah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
1 May 2019
in Wawancara
0
Spesialis Dakwah Daerah Pedalaman

foto: panjimas

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Indonesia dengan ribuan pulaunya menjadikan negeri ini memiliki keragaman suku, bahasa, budaya dan karakter. Ada banyak pulau di negeri ini yang masih belum tersentuh oleh dakwah umat Islam. Dakwah masih berkutat di daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk, bahkan ada juga yang dakwah melalui media digital.
Penyebaran dakwah yang masih sangat kurang, khususnya di daerah pedalaman, mengusik Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia untuk memberikan solusinya. Maka lembaga dakwah yang didirikan oleh Mohammad Natsir pada 26 Februari 1967 ini menerjunkan diri untuk mengisi ceruk wilayah yang tak banyak disentuh oleh para dai pada umumnya itu.
Berbekal tekad yang kuat, ghirah jihad yang membuncah, mengantarkan kader-kader Dewan Dakwah babat alas menebar Islam Rahmatan lil ‘Aalamiin ke wilayah pedalaman di penjuru pelosok Nusantara. Untuk mengenal lebih jauh kiprah Dewan Dakwah menjalankan misi dakwahnya di daerah pedalaman, wartawan Majalah Gontor Fathurroji NK bersilaturahim ke Kantor Dewan Dakwah di Jakarta untuk wawancara dengan Ketua Bidang Dakwah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr Ahmad Misbahul Anam. Berikut petikan wawancaranya:

Apa yang melatarbelakangi berdirinya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia?
Yang melatarbelakangi berdirinya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia pada 26 Februari 1967 adalah soal keterasingan, ketertinggalan, keterpencilan, kemiskinan, dan kebodohan warga perbatasan yang rawan keselamatan aqidahnya membahayakan keutuhan NKRI. Di antara fungsi Dewan Dakwah yaitu mengawal aqidah dan mendukung keutuhan NKRI. Karena itu, sejak awal Dewan Dakwah didirikan, Pak Natsir Allahu Yarham konsentrasi untuk mengirim dai ke pedalaman.
Bagaimana Dewan Dakwah memerankan aktivitas dakwahnya?
Dewan Dakwah tak bisa lepas dari para tokoh dan kawan-kawannya yang dulu aktif mengawal secara politik di partai Masyumi. Setelah Masyumi membubarkan diri dalam sidang Konstituante maka para tokohnya banyak yang hidup di penjara. Lalu ketika keluar dari penjara tahun 1967 Pak Natsir mengumpulkan kawan-kawannya yang pernah di penjara dan yang ada di luar penjara.
Di mana Pak Natsir mengumpulkan sahabatnya, apa yang dilakukan?
Saat itu berkumpul di Masjid al Munawarah, Tanah Abang,Jakarta. Lalu mereka membuat satu gerakan dakwah dan kemudian dipilih nama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Kalau dulu Masyumi berdakwah melalui jalur politik maka sekarang berpolitik melalui jalur dakwah. Berdakwah di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur politik. Seperti halnya mengkritisi kebijakan yang tidak memihak Islam. Seperti mengkritisi soal kompilasi hukum Islam, kritis terhadap aliran sesat dan lain sebagainya. Jika dalam politik praktis Dewan Dakwah tidak melakukannya.
Lalu apa yang dilakukan untuk membesarkan Dewan Dakwah?
Setelah Pak Natsir keluar dari penjara, teman-teman yang ada di OKI merespon Pak Natsir. Bahkan Raja Faisal menawarkan meminta hadiah apa darinya. Saat itu Arab mulai tumbuh. Pak Natsir meminta hadiah untuk anak-anak kami yaitu para dai di Indonesia. Mulailah Pak Natsir diminta menyiapkan anak-anak yang akan belajar di Timur Tengah.
Untuk menyiapkan kader-kader belajar ke Saudi, apa yang dilakukan?
Untuk mempersiapkan anak-anak didik belajar ke Saudi, Dewan Dakwah mensyaratkan agar mengabdi selama dua tahun di daerah. Hingga tahun 1980-an Saudi membuat kebijakan baru dengan membuka Akademi Bahasa Asing (ABA) yang sekarang berubah menjadi LIPIA. Dai-dai pilihan yang telah mengabdi dua tahun lalu belajar ke Saudi. Tak hanya mengirimkan ke Saudi dan ABA, Dewan Dakwah juga merintis pesantren agrobisnis, Darul Falah.
Selain pesantren, apa yang dilakukan Dewan Dakwah?
Dewan Dakwah juga merintis Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M Natsir untuk melahirkan generasi unggulan yang siap terjun ke masyarakat. Setelah Pak Natsir wafat, STID membuat perjanjian dengan para calon mahasiswa untuk bisa mengabdi langsung ke masyarakat pedalaman selama 2 tahun. Jika tidak mau, maka ijazah tidak bisa keluar dan mahasiswa mengembalikan beasiswa penuh (full) selama belajar.
Mengapa menarget daerah pedalaman dalam dakwah?
Kami melihat di daerah banyak kekurangan dai, terutama di daerah pedalaman. Dan waktu pengabdian yang hanya satu tahun kami rasa sangat kurang dan tanggung, karena itu pihak kampus menambah masa pengabdian selama dua tahun. Harapannya program yang sudah mulai berjalan selama setahun bisa dilanjutkan secara matang pada tahun kedua. In syaa Allah kalau dua tahun sudah mulai terlihat hasilnya. Kami sering berpesan kepada adik-adik dai yang mau berangkat, dai dikatakan sukses jika bisa menikah dengan orang setempat. Hampir sepertiga dai yang kami kirim melanjutkan tinggal di daerah dakwah karena mendapatkan jodoh di tempat juang.
Selain mengirim dai ke pedalaman, ada program apa lagi?
Selain pengabdian di daerah pedalaman, kami sekarang tengah mencoba pilihan pengabdian di kampung halamannya. Alasannya ketika dikirim ke daerah lain mereka akan kembali ke kampungnya lagi. Padahal sudah sarjana, lalu kembali ke kampung , maka akan jadi beban psikologi bagi adik-adik, dan karena merasa berat akhirnya kembali ke Jakarta lagi. Ini menjadi tantangan kami. Mereka yang mengabdi pulang kampung halaman selama dua tahun, kami back up, rasanya tahun ketiga tidak akan ke mana-mana, karena jaringannya sudah banyak, sumber rejeki juga mulai terlihat. Kita sudah melakukan dua tahun ini.
Apa upaya Dewan Dakwah dalam menyiapkan dai-dai lokal?
Seiring itu kami juga mendirikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI). ADI merupakan lembaga pendidikan jenjang D-2 (diploma 2 tahun). Hal ini untuk menjawab kekurangan dai lokal. Karena di STID per tahun meluluskan di bawah angka 200 mahasiwa, jadi belum bisa menjawab secara maksimal kebutuhan di lapangan. Untuk menambah jumlah dai ini maka ADI di daerah akan ikut menyumbangkan dai-dai di daerah. Hingga 2018, sudah berdiri ADI antara lain di Aceh, Sambas Kalbar, Batam Kepri, Metro Lampung, Bandung Jabar, Sukabumi Jabar, Serang Banten, Bukittinggi Sumbar, dan Kupang NTT.

Sekitar 1.200 jejaring dai Dewan Dakwah sudah dikirim sejak era Pak Natsir mengelola ADI. Mereka juga akan melakukan perekrutan untuk memperkuat jaringan di bawahnya. Melalui ADI, kami berharap terbentuk regenerasi dai lokal yang dapat menyesuaikan dengan kultur daerahnya. Para dai terpilih dari berbagai daerah setelah menempuh D-2, mereka dapat mengikuti jenjang S-1 (strata 1 selama 4 tahun) yang diselenggarakan STID Mohammad Natsir.
Sebaran dai Dewan Dakwah ke mana saja?
Wilayah jangkauan dai kami adalah Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB. Yang berat tantangannya daerah Indonesia Timur. Beratnya pada apsek lokasi yang susah dijangkau, tapi untuk komunikasi dengan para dai tergolong yang paling mudah. Uniknya dai-dai muda ini, wilayah timur menjadi pilihan meskipun medannya sulit.
Selain berdawah, apa yang mereka lakukan untuk masyarakat?
Para dai selain memberikan dakwah, juga mengajari bagaimana bercocok tanam. Bahkan yang di Seram, Maluku, sukses merintis pondok bahkan berhasil panen raya dari hasil cocok tanam kacang tanah. Karena dipandang sukses akhirnya menggelar panen raya bersama bupati yang meski agamanya non-Muslim. Alhamdulillah hubungan dengan pemerintah daerah juga baik, bahkan kadernya dari daerah Maluku dikirim ke Jakarta untuk belajar di STID. Ini sebenarnya yang kami harapkan putra-putra daerah mau belajar.
Bagaimana untuk wilayah barat?
Tantangan untuk wilayah barat, Sumatera dan Kalimantan, ada pada perbedaan ubudiyah. Ini lebih rumit. Tapi alhamdulillah di lapangan banyak bertemu dengan anak-anak Gontor, Hidayatullah, jadi mereka kerjasama. Kami juga kirim dai ke pulau-pulau kecil, seperti Mentawai. Mereka mengajar anak-anak sekolah hingga sampai kelas tiga. Setelah itu mereka harus menyebrang ke Pulau Sikakap untuk sekolah. Lalu kami mengambil inisiatif membuat pesantren di Sikakap sehingga yang menyebrang bisa berdomisili di pondok. Bahkan setahun lalu kami diberi amanah untuk merintis Aliyah di pondok itu.
Secara garis besar apa tantangan dai Dewan Dakwah?
Secara garis besar tantangan dai di pedalaman adalah aspek penguatan program dai. Dai kita kirim tapi sarana belum ada, baik sekolah, tempat ibadah, dan lain sebagainya. Seperti di Sulteng, Morowali Utara, perjalanan sehari semalam dari kota Morowali. Medan perjalanannya, melewati gunung dan sungai. Di sana ada suku Wana yang takut dengan orang asing. Alhamdulillah 5 tahun lalu teman-teman sudah merintis dan mendekatkan rumah-rumah mereka. Sekitar 52 KK. Mereka kami syahadatkan menjadi Muslim. Pegunungan ini panjang, ini bukan hanya satu titik, masih banyak KK lainnya di sepanjang pegunungan itu. Cuma mereka masih menghindar jika ada orang asing. Di daerah itu kami kirim dai. Dari rintisan itu kemudian ada komunikasi intensif dengan teman-teman anggota legislatif sehingga aspirasi daerah bisa disuarakan. Sekarang sudah mulai ada akses pembangunan ke sana.
Bagaimana perkembangannya sekarang?
Sekarang sudah dirintis masjid yang permanen. Konon kabarnya suku ini dulunya Muslim, orangtuanya tidak tunduk pada penjajah. Ada satu cerita turun-temurun, “Kamu nanti belajarlah kepada orang yang pakai songkok putih, kalau belum ketemu itu jangan belajar.”
Kepala dinas kesehatan juga ikut ke tempat ini untuk program sunatan massal. Bahkan ia baru tahu jika tempat ini ada penghuninya. Akhirnya kami pun mempunyai hubungan yang baik dengan pemerintah daerah.
Sudah berapa dai yang terjun ke daerah pedalaman melalui STID?
Jumlah dai dari Dewan Dakwah yang statusnya terdata di Jakarta sekitar 800 orang. Mereka yang dididik di Jakarta dan dikirim ke daerah. Memang tidak terlalu banyak. Yang banyak peran dari daerah-daerah melalui ADI. Ada dua hal yang kami pastikan pada diri dai, yaitu komitmen dakwah dan akhlak sebagai seorang dai. Komitmen dakwahnya benar-benar kami pastikan ketika perekrutan.
Apa yang menjadi ciri khas dai Dewan Dakwah?
Pak Natsir berpesan, kita kerjakan apa yang orang lain belum kerjakan. Masalah-masalah umat kita yang paling rentan adalah daerah perbatasan, terasing dan terisolir karena pemahaman-pemahaman agama yang tidak memadai dan merebaknya ajaran-ajaran sempalan secara sistemik. Pak Natsir mengatakan kita kerjakan yang belum dikerjakan oleh ormas-ormas yang lain. Kalau Muhammadiyah sudah punya sekolah bahkan sampai perguruan tinggi, dan NU sudah punya banyak pesantren, sementara Dewan Dakwah bergerak di dakwah pedalaman. Dari awal sudah diarahkan ke daerah, berdakwah di lingkungan orang pedalaman. Itu khasnya Dewan Dakwah. []

Tags: DaiDDIIPedalaman
Share68Tweet39Send
Previous Post

Situng KPU : Indonesia Darurat Demokrasi

Next Post

Tantangan Dakwah di Pedalaman

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result