Washington, Gontornews — Sebagian besar wilayah Amerika Serikat, Jumat (23/12/2022), mengalami badai salju, es, angin menderu dari musim dingin yang sangat mematikan. Badai salju arktik yang menerjang Amerika Serikat dikhawatirkan mengganggu pasokan energi serta menggagalkan perjalanan bagi jutaan warga Amerika Serikat pada akhir pekan ini.
Cuaca musim dingin ekstrem ini juga mendorong otoritas di sejumlah kota untuk membuka pusat kehangatan di perpustakaan dan kantor polisi. Pihak berwenang juga terus memperluas lokasi penampungan sementara khususnya bagi para tunawisma, dengan lima kematian yang terkonfirmasi pada Jumat.
“Tolong tetap tinggal di rumah dan tetap aman,” kata Gubernur Kentucky, Andi Beshear, melalui akun Twitter-nya.
Negara bagian Kentucky melaporkan tiga kematian yang melibatkan dua orang akibat kecelakaan mobil dan satu orang tunawisma.
Biro cuaca Amerika Serikat, National Weather Services (NWS), memperingatkan bahwa 240 juta warga terdampak musim dingin ekstrem yang membentang dari Montana hingga Texas dan terus bergerak ke arah Timur.
“(Peta bahaya musim dingin yang sudah tersedia atau yang akan datang) menggambarkan salah satu peringatan dan saran cuaca musim dingin terbesar yang pernah ada,” kata NWS sebagaimana dilansir Reuters.
Sejauh ini, kota Havre di Montana Utara menjadi daerah dengan rekor suhu terendah di Amerika Serikat yaitu minus 39 derajat Celcius dan minus 20 derajat Celcius sebelum tengah hari.
“Sekarang lebih dingin. Tapi, kurasa di luar lebih dingin,” ungkap Tyler Schaub, manajer Rod’s Drive Inn.
“Kami sudah terbiasa. Tetapi, meski begitu, sebaiknya jangan tinggal di luar terlalu lama,” sambungnya.
Musim dingin ekstrem di Amerika Serikat semakin cepat seiring tiupan angin kencang yang meluas melalui Deep South ke perbatasan AS-Meksiko. Angin itu menurunkan angin dingin ke kota El Paso, Texas. Selain itu, wilayah-wilayah seperti Georgia Selatan dan sebagian besar wilayah Pantai Teluk seperti Texas Lousiana, Alabama dan Florida telah memasang peringatan pembekuan bagi warga. [Mohamad Deny Irawan]






















