Roma, Gontornews — Otoritas cuaca Italia, Sabtu (15/04/2023), mengeluarkan peringatan serius (red alert) untuk 16 kota di seluruh Italia karena panas ekstrem yang melanda Eropa Selatan. Peringatan ini berlaku bagi warga termasuk wisatawan yang datang ke kota Roma, Florence, Bologna untuk beberapa hari ke depan.
Dalam beberapa waktu terakhir, gelombang panas berlangsung lebih lama dari biasanya dan suhu malam hari tetap tinggi. Sejumlah ahli mengatakan bahwa suhu lebih tinggi akan terjadi di Eropa pekan depan karena gelombang panas mendekat.
Sejatinya, periode panas di Selatan Eropa merupakan pola cuaca alami. Namun, perubahan iklim, yang mengakibatkan pemanasan global, telah membuat fenomena suhu tinggi terjadi lebih sering, intens dan berlangsung lebih lama.
Pemerintah Italia pun menyarankan warga atau wisatawan yang berada di 16 kota tersebut untuk menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 11.00 sampai 18.00 waktu setempat.
“(Suhu) di Roma selalu panas. Tetapi, panas (kali) ini terjadi secara konstan dan lebih lama dari biasanya,” kata Felicity Hinton (59), seorang pemandu wisata di Roma, kepada BBC.
Masyarakat Meteorologi Italia, menamai fenomena gelombang panas yang menerjang Eropa dengan sebutan Cerberus. Cerberus merupakan monster berkepala tiga yang muncul di video game Dante’s Inferno. Mereka juga memperingatkan gelombang panas berikutnya dapat mendorong kembali suhu ke angka di atas 40 derajat Celcius.
Sejauh ini, suhu terpanas di Eropa masih ditempati oleh kota Sisilia di Italia dengan 48,8 derajat Celcius yang terjadi pada Agustus 2021. Organisasi Meteorologi Dunia, World Meterological Organization (WMO) mengatakan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim telah membuat situasi semacam ini sebagai ‘kenormalan baru’. [Mohamad Deny Irawan]




















