Jenewa, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Swiss, Sabtu (24/9/2022), terpaksa memusnahkan 10,3 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Moderna. Pemusnahan ini terjadi seiring telah habisnya masa kadaluwarsa vaksin Covid-19 itu pada pekan lalu. Kementerian Kesehatan Swiss mengaku tidak memiliki pilihan lain selain memusnahkan puluhan juta dosis vaksin tersebut karena alasan kadaluwarsa.
Kantor berita Swiss menjelaskan bahwa puluhan juta dosis vaksin yang akan dimusnahkan terdiri dari 2,6 juta dosis vaksin di pangkalan logistik tentara Swiss dan 7,8 juta dosis berada i depot penyimpanan eksternal di Belgia.
Media lokal Swiss, Beobachter, melansir bahwa pemusnahan jutaan dosis vaksin Covid-19 Moderna tersebut senilai 280 juta franc Swiss atau senilai 285 juta dolar Amerika Serikat.
Kementerian Kesehatan Swiss tidak menanggapi pertanyaan AFP terkait dengan strategi awal pengembangan vaksin untuk melawan pandemi Covid-19. Fakta pemusnahan ini juga mendorong produsen vaksin untuk menghindari ketergantungan pada vaksin yang terbukti tidak efektif serta menjaga dari permasalahan pengiriman.
Fakta bahwa vaksin berbasis teknologi mRNA seperti Moderna dan Pfizer-BioNTech efektif juga membuat Swiss memiliki surplus dosis yang besar.
Pada bulan Juni, situs berita lokal Swiss, Swiss Info, memperkirakan Swiss memiliki kelebihan 38 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan kadaluwarsa sebelum akhir tahun. Pemerintah Swiss sendiri baru mendaftarkan 3,5 juta dosis vaksin Covid-19 untuk memulai kampanye vaksin penguat (booster) bulan depan.
Secara nasional, Swiss telah melaporkan 13.556 kematian akibat Covid-19. Sejauh ini, pemerintah Swiss telah berhasil memberikan vaksin kepada hampir 70 persen dari total 8,7 juta populasinya. [Mohamad Deny Irawan]





















