Jakarta, Gontornews — Bertempat di Fakultas Keperawatan, Universitas Alexandria, para rektor dan pejabat dari universitas-universitas di dunia yang tergabung dalam Rabithah Al-Jami’at Al-Islamiyyah (The League of Islamic Universities) sebuah organisasi persatuan atau liga perguruan tinggi Islam se-dunia menggelar Sidang Pleno pada Rabu (25/4/2018) kemarin.
Dalam Sidang Pleno Anggota memilih dan menetapkan kembali kepemimpinan Rabithah untuk empat tahun ke depan. Di mana Syeikh Prof Dr Abdullah Abdul Muhsin At-Turki dari Riyadh ditetapkan sebagai Ketua Umum, dan Prof. Dr. Jafar Abdus Salam dari Mesir sebagai Sekjen Rabithah Al-Jami’at Al-Islamiyyah. Demikian Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi MA dalam Facebooknya (27/4/2018) menjelaskan.
Dalam kesempatan itu, secara resmi Pondok Modern Tazakka juga dilantik sebagai bagian dari Rabithah Al-Jami’at Al-Islamiyyah. Di mana keanggotaan Tazakka dikukuhkan secara resmi pada Sidang Pleno Dewan Eksekutif dan diumumkan di hadapan Sidang Pleno Anggota Rabithah. Prof Dr Jafar Abdus-Salam selaku Sekjen Rabithah dalam sambutannya menyinggung bahwa anggota yang baru masuk ditetapkan melalui pertimbangan Dewan setelah mempertimbangkan peran, kontribusi dan komitmennya pada pengembangan pendidikan dan keilmuan di dunia Islam.
Lanjut Kiai Anang menjelaskan, Rabithah yang bermarkaz di Al-Azhar Kairo saat ini beranggotakan sekitar 220 universitas dan institut Islam di seluruh dunia. Sedangkan delegasi dari Asia Tenggara yang nampak hadir antara lain: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang diwakili oleh Prof Dr Amani Burhanuddin Lubis, UNIDA Gontor diwakili Dr Hafidz Zaid Al-Kindi, PTIQ Jakarta, STAI Darunnajah Jakarta, International Islamic Universitas Malaysia, dan UNISA Brunei Darussalam.
Menurut pantauan Tim Media Center Tazakka, delegasi lain yang hadir antara lain: Cairo University, Institut Darul Hadis Al-Hasaniah Maroko, Zaituna University Tunis, Imam Auzai University Lebanon, Ibnu Tufail University Maroko, Oum Durman University Sudan, Universitas Internasional Afrika Sudan, Jordan University, Yarmuk University Jordan, Bilad Syam Univ Damaskus, Ibnu Sina Institute for Humanity Studies, Perancis, Institut Bahasa Arab London Inggris, dan lain-lain.
Rabithah bertujuan antara lain menyatukan visi misi perguruan tinggi Islam se-dunia, dan mengembangkan metode pembelajaran mutakhir serta penemuan-penemuan baru dalam riset keilmuan dan teknologi. Rabithah mendorong anggotanya untuk saling bekerjasama tukar informasi, riset dan sumber daya manusia.
Selain sidang-sidang Rabithah seminar juga diselenggarakan selama dua hari dengan topik: “Kebutuhan Dunia Global terhadap Implementasi Ekonomi dan Keuangan Islam.” Seminar menghadirkan narasumber dari para pakar di universitas anggota Rabithah untuk menjawab tantangan global terhadap kebutuhan implementasi keuangan dan ekonomi Islam.
“Ini tantangan kita semuanya yang ada di perguruan tinggi Islam di Rabithah ini untuk menghadirkan suatu konsep baru terkait implementasi ekonomi dan keuangan Islam untuk dunia, karena dunia sekarang melihat bahwa masa depan ekonomi dunia hanya bisa dijawab dengan konsep Islam, sekali lagi ini tantangan besar kita di abad ini” terang Kiai Anang. @hawin




















