Doha, Gontornews — Para pejabat AS dan perwakilan Taliban telah menandatangani kesepakatan damai setelah berbulan-bulan negosiasi di ibukota Qatar untuk mengakhiri perang terpanjang Amerika Serikat, yang bertempur di Afghanistan sejak 2001.
Perjanjian hari Sabtu (29/2), yang ditandatangani di Doha di hadapan para pemimpin dari Pakistan, Qatar, Turki India, Indonesia, Uzbekistan dan Tajikistan, itu akan membuka jalan bagi Amerika Serikat untuk secara bertahap menarik pasukannya.
Kedua belah pihak telah lama berbeda pendapat mengenai permintaan AS untuk gencatan senjata sebelum perjanjian damai akhirnya ditandatangani.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Taliban memerintahkan semua pejuangnya untuk menghentikan pertempuran dan “menahan diri dari serangan”.
Mohammed Naeem, perwakilan Taliban di Doha, menggambarkan kesepakatan itu sebagai “langkah maju”.
“Dengan kesepakatan ini, berakhirlah perang di Afghanistan,” katanya kepada Aljazeera.
Dalam sebuah pernyataan, Taliban mengatakan telah mencapai kesepakatan “tentang penghentian pendudukan Afghanistan”.
“Kesepakatan tentang penarikan penuh semua pasukan asing dari Afghanistan dan tidak pernah campur tangan dalam urusannya di masa depan tidak diragukan lagi merupakan pencapaian besar,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta Taliban untuk menghormati komitmennya. “Saya tahu akan ada godaan untuk menyatakan kemenangan, tetapi kemenangan bagi rakyat Afghanistan hanya akan tercapai ketika mereka bisa hidup damai dan makmur,” katanya di Doha. []
![Kesepakatan damai ditandatangani setelah 18 bulan pembicaraan di Doha [Sorin Furcoi / Al Jazeera]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/02/taliban.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)




















