Batang, Gontornews — Bangkitkan semangat santri, Pondok Modern Tazakka adakan Seminar Big Motivation. Berlangsung tiga hari, 1-3 Oktober, di Masjid Az-Zaki dan Aula Rabithah.
Peserta seminar motivasi ini adalah para santri dari kelas 1 hingga kelas 6 yang diatur jadwalnya secara bergantian masing-masing selama 4 jam.
Nara Sumber seminar adalah para trainer nasional yang tergabung dalam komunitas Big Motivation atau biasa disebut BigMo. Komunitas Big Motivation ini adalah para trainer dan motivator alumni Gontor yang ingin bersama-sama menyebarkan semangat dan motivasi bagi berbagai kalangan. Pada kesempatan ini, empat motivator nasional memberikan semangatnya, yaitu Akbar Zainudin, MJW (Motivator Man Jadda Wajada), Abu Shofi Shiddiq, QMC (Trainer dan Quality Consultant), Ahmad Ghazali, AG (Trainer Nasional), dan Broth Mukhtar Wijaya, BMW (Penutur Kesalehan Jiwa).
Akbar Zainudin mengupas tiga mahfuzhat (pepatah Arab) yang diajarkan saat pertama kali masuk ke pesantren, yaitu man saara ‘ala ad-darbi washala, man jadda wajada, dan man shabara zhafira. Man saara ‘ala ad-darbi washala artinya siapa yang berjalan pada jalannya, maka ia akan sampai. Pepatah ini mengisyaratkan bahwa kalau kita ingin berjalan dan melangkah ke depan, jangan hanya melangkah tanpa arah. Hidup dimulai dengan berani bermimpi, berani membuat target dan impian besar.
Baru setelah punya target impian, dorong diri kita untuk bekerja yang paling keras, paling efektif. Dorong kemampuan kita sampai batas yang paling memungkinkan. Push to the limit. Dorong sampai batas kemungkinan yang paling tinggi. Inilah esensi dari pepatah Arab yang kedua, man jadda wajada. Arti harfiahnya adalah siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan sampai.
Kerja keras adalah bagaimana bekerja di atas rata-rata. Jika kita ingin kualitas kita berada di atas rata-rata, maka kita juga mesti bekerja di atas rata-rata. Jika kita bekerja sebagaimana orang lain dan berharap mendapatkan lebih, akan sulit dicapai. Kalau ingin mendapatkan kualitas di atas rata-rata, maka perlu bekerja di atas rata-rata.
Setelah bekerja keras, saatnya bekerja dan istiqamah. Sabar adalah berlapang dada terhadap musibah yang kita terima, lalu berusaha bekerja lebih baik. Sabar juga berarti istiqamah, konsisten. Disiplin dan konsisten merupakan syarat mutlak bagi kita untuk sukses. Tanpa adanya disiplin yang kuat, akan sulit bagi kita untuk sukses. Maka kesabaran dan konsistensi inilah yang akan membawa kita kepada masa depan yang lebih baik.
Abu Shofi Shiddiq mengupas tentang model belajar siswa. Secara umum ada tiga model atau kecenderungan gaya belajar seseorang, yaitu Visual, Auditori, dan Kinestetik. Ketiga model ini merupakan kecenderungan umum di mana seseorang melakukan preferensi untuk belajar dan menangkap pengetahuan.
Orang-orang yang belajar secara visual (pandangan mata) adalah orang yang mengambil informasi dengan preferensi utama pada matanya. Maka ia akan menyenangi gambar-gambar, warna-warni, peta pikiran, dan membuat catatan serta resume. Karena itulah, orang-orang seperti ini cara belajarnya adalah dengan memberi catatan dan warna pada buku, membuat peta pikiran dan resume pelajaran. Pokoknya yang terkait dengan visual.
Untuk orang dengan kecenderungan belajar mendengar (auditori), ia harus memanfaatkan waktu di kelas untuk mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan guru. Cara lain adalah dengan belajar berkelompok dengan saling menerangkan satu sama lain. Ia lebih paham jika mendengar penjelasan orang lain. Sedangkan orang yang belajar dengan kecenderungan kinestetik (bergerak), sangat dianjurkan untuk selalu belajar dengan cara praktek langsung. Bergerak dari satu posisi ke posisi lain sehingga kecenderungannya untuk bergerak dinamis bisa terpenuhi. Dengan mengetahui ketiga cara belajar ini diharapkan menjadi lebih efektif.
Sementara Broth Mukhtar Wijaya yang sering dikenal dengan BMW memulai dengan mengajak para santri berpikir positif. Pikiran positif akan menghasilkan kekuatan besar. Jika kita yakin dengan apa yang kita lakukan, maka keyakinan itulah yang akan menjadi kenyataan.
BMW juga menegaskan pentingnya berkata-kata yang baik. Kata-kata positif akan menimbulkan semangat positif. Sementara kata-kata negatif akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku seseorang. Orang yang selalu diberikan kata-kata positif akan mempunyai kemampuan dan energi yang luar biasa untuk maju.
Contoh kongkrit diberikan BMW, kebetulan beliau mempunyai berat yang luar biasa, kisaran 100 kg. Dipilihlah anak-anak yang badannya kecil yang beratnya 40-50 kg. Anak tersebut dalam kondisi biasa tidak bisa mengangkat BMW yang mempunyai berat lebih dari dua kali dirinya. Tetapi setelah diberikan sugesti positif oleh teman-temannya dengan mengatakan “kamu hebat”, “kamu kuat”, maka keajaiban itu terjadi, saat anak tersebut bisa menggendong BMW dalam beberapa detik. Begitulah, kata-kata sungguh mempunyai efek luar biasa.
Para santri mengikuti semua proses pelatihan dengan sangat antusias. Mereka seakan terbang tinggi ke angkasa dengan semangat dan energi untuk menjadi pribadi baru yang berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Mereka sadar, mereka pada dasarnya adalah orang-orang hebat. Namun kehebatan tersebut tidak akan bisa keluar jika mereka tidak mau berupaya dan bekerja keras. Tugas mereka sekarang adalah belajar dan mengikuti aktivitas dengan baik sehingga mereka bisa lulus dengan husnul khatimah. [Al Hafidh]




















