Tokyo, Gontornews — Jepang bersiap untuk menjatuhkan sanksi pada Belarusia pada awal pekan lalu karena perannya dalam invasi Rusia ke Ukraina. Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, menyampaikan informasi tersebut, Rabu (2/3/2022).
“Mengingat keterlibatan nyata Belarusia dalam invasi Rusia ke Ukraina, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan sanksi terhadap individu termasuk Presiden (Alexander) Lukashenko serta identitas dan menerapkan langkah-langkah pengendalian ekspor,” kata Kishida di hadapan parlemen sebagaimana dilansir Kyodo News.
“Ini harus dilakukan paling cepat dalam pekan ini,” sambungnya.
Kishida menjelaskan bahwa Belarusia telah menjadi titik masuk bagi pasukan Moskow yang menginvasi Ukraina. Belarusia pun diketahui memiliki hubungan erat dengan Rusia.
Dalam sesi Komite Anggaran Dewan Penasihat, Kishida kembali menolak saran mantan Perdana Menteri Shinzo Abe agar Jepang mulai berdiskusi tentang kemungkinan pengaturan nuklir dengan Amerika Serikat setelah agresi Rusia di Ukraina.
“Sulit untuk mengizinkan gagasan seperti itu dan pemerintah tidak memiliki rencana untuk membahasnya,” papar Kishida. Ia pun mengatakan bahwa gagasan itu tidak sejalan dengan tiga prinsip non-nuklir Jepang untuk tidak memproduksi, memiliki atau mengizinkan senjata nuklir di negaranya.
Sebagai konsekuensi, Kishida juga meminta pemahaman dari masyarakat atas dampak ekonomi dari sanksi yang mengatakan bahwa perusahaan Jepang tidak dapat lepas dari dampaknya. “Kami akan melakukan segalanya untuk mengekang dampaknya pada orang-orang,” ucapnya.
Jepang, cetus Kishida, akan bekerjasama dengan negara-negara penghasil minyak untuk membatasi kenaikan tajam harga bensin. [Mohamad Deny Irawan]





















