Beirut, Gontornews — Tiga tentara Suriah tewas hari Ahad (17/1) ketika orang-orang bersenjata menyerang pos terdepan mereka di dekat garis demarkasi dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Para penyerang menargetkan perintang jalan rezim di distrik Rouaihaniya di Provinsi Quneitra, meledakkan bom sebelum menyerang dengan senjata, kata kepala Observatorium Rami Abdul Rahman.
Harian pro-rezim Al-Watan, mengutip sumber-sumber medis, melaporkan bahwa dua tentara telah tewas dan dua lainnya terluka.
Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan jutaan orang mengungsi sejak meletus pada 2011 pascapenindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.
Suriah Selatan direbut kembali oleh pasukan pendukung Presiden Bashar Assad pada tahun 2018, tetapi masih terus mengalami serangan yang dilakukan oleh mantan pemberontak anti-rezim.
Beberapa faksi bersenjata di daerah itu pernah mendapat dukungan dari negara tetangga, Israel, kata para ahli, sebagaimana dikutip Arabnews.com.
Israel telah melakukan ratusan serangan udara dan rudal di Suriah selama perang saudara, dengan tujuan menghalangi milisi pro-Iran untuk menancapkan cengkeraman di negara itu. []




















