London, Gontornews — Pihak kepolisian Inggris terus memburu dua orang bersaudara asal Irlandia Utara yang disebut-sebut terkait dengan penemuan 39 mayat dalam truk trailer di London, pekan lalu.
Penemuan jenazah dalam truk berpendingin di sebuah kawasan industri di London tersebut diduga terkait dengan perdagangan manusia secara ilegal yang menargetkan orang miskin asal Asia, Afrika dan Timur Tengah menuju dunia Barat.
Pengadilan London telah mengadili sang supir truk trailer bernama Maurice Robinson dengan tuduhan melakukan pembunuhan, pencucian uang serta konspirasi atas perdagangan manusia maupun menyelundupkan imigran secara ilegal.
Selain Maurice Robinson, pihak kepolisian tengah mengintensifkan pemburuan terhadap Hughes (40) dan saudaranya, Christopher (34), dari Armagh yang diduga melakukan pembunuhan serta perdagangan manusia.
“Kami harus segera menemukan dan berbicara kepada Hughes bersaudara guna membantu penyelidikan kami,” kata Kepala Detektif Superintenden, Stuart Hooper, sebagaimana dilansir Reuters.
“Saat ini kami percaya, mereka berada di Irlandia Utara tetapi mereka juga memiliki keterkaitan dengan Republik Irlandia. Jika Anda tahu di mana mereka berada atau memiliki informasi tentang keberadaan mereka, saya harap Anda menghubungi tim saya,” tambah Hooper.
Christopher Hughes sendiri terdaftar sebagai direktur C Hughes Logistics Ltd yang berbasis di Armagh, Irlandia Utara. [Mohamad Deny Irawan]





















