Manila, Gontornews — Filipina diguncang gempa 6,6 Skala Richter, Selasa (29/10) pagi waktu setempat. Akibat gempa tersebut tujuh orang dikabarkan tewas serta merusak gedung-gedung, memutus aliran listrik serta memicu tanah longsor di Mindanao.
Dalam penuturannya, ketua penanggulangan bencana di Cotobato Utara, Abril Espadera, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut meruntuhkan rumah-rumah warga serta menghancurkan bangunan-bangunan di provinsi tersebut seperti sekolah.
“Kami sangat prihatin terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi,” kata Espadera sebagaimana dilansir Reuters.
Hingga saat ini, gempa susulan terus terjadi di wilayah Mindanao. Para warga pun lebih memilih ke wilayah pengungsian ketimbang harus kembali ke rumahnya karena alasan keamanan.
Di Kota Magsaysay di Provinsi Davao del Sur, misalnya, tim penyalamat menemukan tiga mayat yang tertimbun reruntuhan tanah longsor di dua lokasi yang berbeda.
Pihak berwenang telah memprediksi tanah longsor pascagempa 6,3 pada 16 Oktober lalu yang menewaskan 7 orang dan melukai lebih dari 200 orang. Oleh Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter yang mengguncang Filipina menjadi yang terkuat dalam dua minggu terakhir.
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa pemerintah telah menerjunkan semua pihak yang terkait dengan penanganan bencana untuk menenangkan kepanikan warga pascagempa. Tidak hanya itu, Duterte juga mengoordinasikan operasi penyelamatan dan bantuan kepada warga korban gempa. [Mohamad Deny Irawan]






















