Kairo, Gontornews — Mendapati anak mau mencintai al-Qur’an merupakan kebanggaan utama para orangtua Muslim di dunia. Diperlukan kerja keras dan kesabaran yang tinggi tentunya. Apalagi jika anak-anak di rumah masih tergolong usia balita (bawah lima tahun).
Pasangan Hamidah Hasan dan Hasbiallah Alwi, alumni Gontor ini berhasil bekerjasama menyatukan visi dan misi mereka agar anak bisa terus mencintai al-Qur’an. Putri mereka yakni Ula Az Zahra Hazami, sukses terseleksi dan tampil sebagai peserta di acara, Hafidz Indonesia 2020, yang ditayangkan stasiun televisi RCTI pada Ramadhan 2020.
“Pada usia yang kelima tahun, Ula telah mampu menghafal tiga setengah juz al-Qur’an,” terang Hamidah, kepada Gontornews.com. April ini usia Ula masuk enam tahun, lanjut ibu empat anak itu, dan Ula sudah menambah hafalan menjadi lima juz.
Kepiawaian Ula dalam menghafal serta melantunkan ayat suci al-Qur’an, tentu menjadi sorotan dan mengundang pertanyaan banyak orang. Khususnya bagaimana orangtua Ula bisa mencetak anak-anaknya sebagai para hammalatul Qur’an.
Nah, supaya pembaca tidak penasaran, berikut beberapa tips mencintai al-Qur’an ala Umi Ula, Hamidah Hasan, alumnus Gontor Putri 2005, kepada Gontornews.com:
Pertama, luruskan niat. Dalam mendampingi anak menghafal al-Qur’an, orangtua harus meluruskan niat hanya karena Allah SWT.
Kedua, jauhi maksiat. “Karena cahaya al-Qur’an tidak akan terpancar kepada pelaku maksiat,” tambah Hamidah, yang kini menetap di Kairo, Mesir, bersama keluarga kecilnya.
Ketiga, sering perdengarkan al-Qur’an. Agar anak terbiasa mendengar bacaan al-Qur’an yang baik, setelkan murottal dari syaikh yang tepat makhraj dan tajwidnya.
Keempat, perbanyak muraja’ah.
Kelima, mengajarkan isi kandungan serta keutamaan mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an
Keenam, menciptakan suasana yang nyaman untuk menghafal al-Qur’an
Ketujuh, memberikan reward. “Buatlah mereka bahagia. Karena anak-anak akan mudah diarahkan terhadap sesuatu jika mereka bahagia,” papar Umi Ula dalam Online Class Nahyez 2005.
Kedelapan, jangan terburu-buru dalam menghafal.
Kesembilan, kerjasama yang solid antara kedua orangtua. Orangtua harus menjadi satu tim solid dalam mendidik anaknya. Orangtua juga harus istiqamah memberikan waktu khusus membentuk halaqah bersama keluarga kecil di rumah.
Kesepuluh, bertobat kepada Allah SWT. Barangkali anak kita kesulitan menghafal al-Qur’an sebab dosa-dosa kita. “Karenanya, sering-seringlah bertobat dan memperbanyak istighfar kepada Allah SWT,” pungkas ibu asal Jakarta itu. [Edithya Miranti]




















