Depok, Gontornews — Cinta memang tidak memandang usia. Sebagaimana Islam juga tidak mempermasalahkan pernikahan beda usia. Layaknya pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah.
Dilansir konsultasisyariah.com, mayoritas ahli sejarah menyebutkan, usia Khadijah ketika menikah dengan Nabi SAW sekitar 40 tahun. Ada juga yang mengatakan 45 tahun. Sementara menurut riwayat al-Baihaqi dan al-Hakim, usia Khadijah 35 tahun. Sementara Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 25 tahun.
Menjalin hubungan dengan pasangan yang jauh lebih muda atau lebih tua, kita harus siap dengan sejumlah kondisi yang dapat memicu konflik. Ada baiknya kita bisa benar-benar memahami sejumlah hal berikut ini agar bisa memiliki hubungan yang langgeng dengan pasangan.
Sebagaimana dikutip fimela.com, disebutkan pasangan beda usia harus pandai memahami tingkat kedewasaan masing-masing. Selain itu mereka juga harus memiliki kesamaan visi dalam mengarungi rumah tangga.
Seperti yang dilansir dari timesofindia.indiatimes.com, perbedaan usia bukanlah hambatan ketika masing-masing pasangan memiliki nilai-nilai yang sama dan menginginkan hal yang sama dalam hubungan.
Lalu, sebaiknya tidak ada pasangan yang terlalu mendominasi. Artinya baik yang muda atau yang tua tidak boleh ada yang lebih mendominasi mengatur-atur semua urusan keluarga.
Sebaiknya, masing-masing bisa bebas mengutarakan pendapatnya, Sehingga tercapai kemufakatan dalam mencari setiap solusi.
Hal lain yang penting diperhatikan yakni pasangan beda usia hendaknya saling menghargai lingkaran pertemanan masing-massing. Dan hendaknya tidak menjadikan perbedaan usia tersebut sebagai kambing hitam atas masalah yang tengah dihadapi.
Bila kita selalu mengungkit soal perbedaan usia yang jauh sebagai pemicu semua konflik maka hubungan akan makin sulit dipertahankan. Dari awal menjalin hubungan perlu ada komitmen terkait hal ini, sebab bila tak dikomunikasikan sejak awal bisa menyebabkan kesalahpahaman yang cukup fatal. [Edithya Miranti]





















