New Delhi, Gontornews β Topan kuat yang menghantam pantai India dan Bangladesh pada 21 Mei membuat kerusakan tak ternilai dan menewaskan sekitar 20 orang.
Hurriyetdailynews.com merilis, di Bangladesh, delapan orang tewas, dan 12 kematian lainnya diperkirakan di negara bagian Bengal Barat di India. Sementara kematian di negara bagian Odisha masih belum diketahui. Sebagian besar kematian disebabkan oleh runtuhnya dinding, tenggelam, dan tumbangnya pohon di kedua negara.
Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, Rabu malam mengatakan, kerusakan yang sulit untuk segera dinilai, menunjukkan bahwa seluruh pulau telah terputus dari daratan dan banyak daerah dibiarkan tanpa sambungan listrik atau telepon.
Banerjee mengatakan, daerah-daerah padat penduduk di Bengal selatan termasuk di antara yang paling terdampak.
“Kami menghadapi tiga krisis: coronavirus, ribuan migran yang pulang ke rumah dan sekarang topan,” kata Banerjee, pemimpin oposisi dan salah satu pengkritik paling sengit terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi.
Di Bangladesh, setidaknya satu juta orang tanpa listrik, menurut Kementerian Energi.
Kementerian Manajemen Bencana negara Asia Selatan itu mengatakan, ratusan desa terendam air karena gelombang pasang di wilayah pesisir yang luas di Bangladesh. Sekitar selusin tanggul perlindungan banjir telah hancur.
Topan Amphan mendarat 20 Mei sore dengan angin yang berkelanjutan hingga 170 kilometer (105 mil) per jam dengan hembusan maksimum 190 kilometer per jam (118 mil per jam). []




















