Tunis, Gontornews – Tunisia bertransformasi menjadi negara sekuler. Sebagaimana dilansir reuters, Tunisia tengah mengusahakan perubahan sistem kewarisan islam yang memberikan pembagian laki-laki 2 dan perempuan 1 menjadi sama atau seimbang. Terkait kebijakan ini, Pemerintah Tunisia mendapatkan kritikan keras dari ribuan masyarakat muslim yang keberatan dengan perubahan mendasar atas pondasi keagamaan islam tersebut.
“Saya mengusulkan hak waris berbasis kesetaraan menjadi hukum negara,” kata Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi dalam sebuah pidato yang dilansir Reuters.
Sebelum memutuskan untuk mengubah sistem waris islam, Pemerintah Tunisia juga telah mengizinkan wanita muslim untuk menikah dengan pria non-Muslim.
Meski demikian, dalam menghadapi kalangan muslim konservatif, Presiden Essebsi berdalih bahwa pemerintahannya juga memungkinkan untuk memberi kesempatan bagi keluarga yang tetap ingin menjalankan sistem kewarisan islam.
Sejak Presiden Zine El Abidine Ben Ali tumbang pada tahun 2011, Tunisa bertransformasi menjadi negara timur tengah paling progresif dalam mensekulerkan sistem hukum islam pada undang-undangnya.
Bahkan, sejak Agustus 2017, Presiden Essebsi membentuk sebuah komite untuk membuat sebuah proposal yang berorientasi pada memajukan hak-hak perempuan. Langkah ini lantas mendapatkan pujian dari kalangan perempuan bercorak pikir sekuler. [Mohamad Deny Irawan]






















