Ankara, Gontornews — Di tengah penurunan jumlah kasus COVID-19, Turki akan mengakhiri jam malam pandemi pada 1 Juli, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dirilis Hurriyetdailynews.com.
Turki juga akan mencabut pembatasan perjalanan antarkota dan pembatasan transportasi umum perkotaan dan negara itu akan kembali ke tatanan kerja normal di lembaga dan organisasi publik mulai 1 Juli.
Kegiatan musik dapat dilakukan hingga pukul 12 tengah malam, menurut keputusan pemerintah yang diambil pada rapat kabinet tiga jam lebih di kompleks kepresidenan di ibukota, Ankara.
Turki telah menerapkan jam malam mulai pukul 10 malam hingga pukul 5 pagi dari Senin hingga Sabtu, dan penguncian penuh pada hari Ahad.
Pada 1 Juni, Turki melonggarkan beberapa langkah untuk memerangi virus karena jumlah kasus virus di negara itu turun setelah penguncian selama 17 hari.
Pada konferensi pers setelah rapat kabinet, Erdogan juga menekankan betapa “penting” bagi setiap orang untuk mendapatkan vaksin. Ia mendesak masyarakat untuk mendengarkan para ilmuwan dan dokter tentang perlunya vaksinasi.
βKami ingin semua orang di negara kami yang berusia di atas 18 tahun memenuhi syarat untuk vaksinasi dalam beberapa pekan mendatang,β katanya.
Erdogan menegaskan bahwa Turki merupakan negara yang telah memberikan dosis vaksin ke bagian terbesar dari populasinya selama sepekan terakhir.
βSampai hari ini, jumlah dosis vaksin yang kami berikan mendekati 43 juta,β katanya, seraya menambahkan bahwa dia ingin memastikan bahwa Turki salah satu negara pertama yang mengatasi krisis pandemi dengan kerugian paling kecil.
βMeskipun masalah di dunia akan berlanjut untuk sementara waktu karena virus varian baru, Turki akan berhasil meninggalkan fase ini,β janjinya.
Pemimpin Turki itu juga mendesak masyarakat untuk terus mengikuti aturan kebersihan, masker, dan jarak sosial serta berterima kasih kepada petugas kesehatan dan petugas keamanan atas upaya mereka sejak awal pandemi.
Selama tujuh hari terakhir, Turki menjadi negara nomor satu di dunia dalam memberikan vaksin COVID-19 terbanyak per 100 orang, kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca di Twitter pada 21 Juni.
βTurki memiliki performa terbaik dalam kecepatan vaksinasi.β
βPada 14-20 Juni, Turki menjadi negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi, melampaui Cina dan Jerman,β tambah Koca, mengutip angka dari situs Our World in Data. []





















