Ankara, Gontornews — Turki mengatakan pada 4 Maret bahwa pihaknya sedang mempersiapkan sebuah kasus di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) tentang perlakuan Yunani terhadap para migran. Turki juga menyebutkan, Uni Eropa (UE) sejauh ini tidak membuat tawaran konkret untuk memberi solusi terhadap ribuan pengungsi yang mencoba memasuki Eropa.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada 4 Maret ketika ratusan migran yang berbasis di Turki mencoba lagi untuk menyeberang ke Yunani, mendorong polisi anti huru hara di kedua sisi perbatasan untuk menembakkan gas air mata.
Ankara sebelumnya menuduh pasukan Yunani menembak mati seorang migran dan melukai yang lain.
Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu mengatakan kepada TV swasta, CNN Türk, para pejabat “membuat persiapan” untuk dilaporkan ke ECHR atas intervensi Yunani terhadap para migran. Keluarga dua orang migran yang meninggal telah memberi wewenang kepada Ankara untuk melakukannya.
Dia mengatakan bahwa lebih dari 135.000 orang sejauh ini telah berpindah dari provinsi perbatasan Turki, Edirne, ke Yunani sejak akhir pekan lalu.
Perang kata-kata antara Athena dan Ankara telah meningkat sejak pekan lalu ketika Turki mengatakan tidak akan lagi mencoba untuk menghentikan para migran untuk mencapai Eropa.
Sejak itu, puluhan ribu migran dari Afghanistan, Suriah dan negara-negara lain telah mencoba untuk menembus perbatasan Turki-Eropa. []






















