Ankara, Gontornews — Turki akan segera mulai memberikan vaksin Sputnik V Rusia, kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca pada 22 April.
Tingkat infeksi virus korona telah menurun secara nasional, kata Koca setelah pertemuan Komite Ilmiah Coronavirus melalui tautan video.
Koca mengatakan, pada pertemuan itu disepakati bahwa pembatasan terhadap virus korona dapat diperketat, jika jumlah kasus tidak berkurang dalam beberapa hari mendatang.
Dia mengatakan sejumlah warga menunda vaksinasi karena berpuasa di bulan suci Ramadhan, tetapi otoritas kesehatan Turki akan melayani mereka setelah berbuka puasa.
Koca menambahkan, varian India belum terdeteksi di negara tersebut. Namun, langkah-langkah telah diambil terhadap varian yang menyebar cepat ini.
“Dalam konteks ini, orang yang ingin masuk ke negara kami dari India atau bepergian melalui India harus menjalani karantina wajib di tempat yang ditentukan,” katanya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Dia menambahkan bahwa Turki akan memulai uji coba Fase 1 untuk kandidat vaksin ketiganya.
Kandidat vaksin Turki lainnya, yang pertama memulai uji coba pada manusia, akan segera menyelesaikan uji coba Fase 2, papar menteri kesehatan.
Ia menambahkan bahwa uji coba terakhirnya akan dimulai pada Mei.
Vaksin buatan lokal berarti “kekuatan dan kepercayaan domestik,” katanya. []


















