Istanbul, Gontornews — Pemerintah Turki, Jumat (7/10/2022), berharap perpanjangan kesepakatan gandum Ukraina yang berakhir bulan depan segera terlaksana. Kesepakatan yang ditandatangani oleh Rusia, Ukraina, Turki dan PBB pada 22 Juli lalu dinilai sangat penting guna melanjutkan ekspor gandum dari pelabuhan Ukraina sejak perang berkecamuk pada akhir Februari.
“Kami membahas masalah ini dengan pihak Ukraina. Mereka memiliki pandangan positif tentang ide ini. Kami juga mendiskusikan masalah ini dengan Rusia,” ungkap Juru bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, kepada CNN.
“Mereka memiliki beberapa kekhawatiran tentang pengiriman hasil panen, amonia dan pupuk. Mereka memiliki kesepakatan dengan PBB. Jadi, mereka mencoba mengerjakan beberapa detail. Itulah beberapa kendalanya,” sambungnya sebagaimana dilansir Anadolu.
Kesepakatan 22 Juli tersebut hanya berlaku selama 120 hari dan akan berakhir pada bulan November mendatang. Melalui kesepakatan ini pula ketiga negara bersama PBB mendirikan pusat koordinasi gabungan di Istanbul guna mengawasi pengiriman.
Sejak kapal pertama berlayar pada 1 Agustus 2022 lalu, ada lebih dari 260 kapal yang telah melewati koridor dengan muatan lebih dari 6 juta ton produk gandum Ukraina.
Kalin menambahkan bahwa pemerintah Turki akan melakukan upaya terbaik untuk membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan. “Pertanyaannya adalah: kapan kita akan kembali ke sana dan berapa banyak kerusakan yang akan terjadi saat itu?” kata Kalin.
Masa depan negosiasi baru terancam memburuk setelah aneksasi Rusia atas wilayah Donetsk, Luhansk, Zaprizhzhia dan Kherson di Ukraina.
“Kami memahami bahwa tuan (Vladimir) Putin ingin memiliki kesepakatan baru dengan Barat. Ini sebagian tentang Ukraina. Tetapi, masalah yang sebenarnya adalah kesepakatan baru antara Rusia dan dunia Barat,” jelas Kalin.
“Ada Rusia baru. Ada dunia baru, ada realitas baru dan mereka ingin penawaran baru,” ujar Kalin.
“(Ini berarti) seluruh tatanan global sedang menghadapi ujian besar,” tutup Kalin. [Mohamad Deny Irawan]


















