Tokyo, Gontornews — Seorang guru besar kedokteran sosial dari Universitas Yamanashi, Zentaro Yamagata, meminta keluarga, terutama ibu, untuk menerapkan aturan tegas agar kehidupan online anak-anak berlangsung dengan sehat.
Profesor Yamagata dan beberapa orang melakukan penelitian pada anak-anak di prefektur Yamanashi. Mereka menemukan bahwa mayoritas siswa sekolah menengah pertama di Yamanashi menunjukkan kecanduan internet karena menghabiskan waktu lama untuk menelusuri web. Temuan ini, tentu saja, juga berarti anak-anak memiliki waktu yang lebih sedikit untuk belajar, beraktivitas fisik dan tidur karena kecanduan dunia online.
Bagi Yamagata, anak yang menggunakan sebagian besar waktunya di depan layar sering dikaitkan dengan depresi. Yamagata sendiri telah meneliti hal ini selama lebih dari 30 tahun.
Sementara itu, penelitian dari Kementerian Pendidikan Jepang dan sejumlah badan lain pada tahun 2014 mengungkapkan anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan smartphone dan perangkat lain menunjukkan kinerja buruk pada materi bahasa Jepang, aritmatika, matematika dan tes lainnya.
“Upaya seorang ibu dari Amerika ini menarik perhatian global dan dapat digunakan sebagai referensi hari ini,” kata Yamagata sebagaimana dilansir Kyodo News.
Yamagata merujuk pada tulisan seorang ibu dari Massachusetts, bernama Janell Burley Hofmann, dalam artikelnya yang berjudul ‘Iphone Contract’ kepada putranya yang baru berusia 13 tahun. Tulisan yang sempat viral 10 tahun lalu tersebut berisi tentang kontrak 18 poin bagi seorang putra sebelum sang ibu memberikan Iphone pertama pada sebuah Natal.
Salah satu kontrak yang ibunya tulis berisi tentang narasi ‘Ini ponsel saya. Saya membelinya. Saya membayarnya. Saya meminjamkannya kepada Anda’. Kontrak lain berbunyi mengharuskan si anak menyerahkan ponselnya kepada orang tua pada malam hari.
Hofmann memperingatkan putranya agar tidak menggunakan teknologi ini untuk berbohong atau mengatakan hal apa pun yang tidak akan Anda katakan secara langsung. Hofmann pun menasihati anaknya untuk berjalan-jalan dan terus berbicara dengan orang asing serta memperbanyak tanya tanpa googling.
Sebuah survei Kantor kabinet tahun 2021 menemukan anak-anak segala usia di Jepang menghabiskan banyak waktu untuk internet ketimbang tahun sebelumnya. Mereka, yang berusia 10 hingga 17 tahun, menggunakan internet selama 4 jam dan 24 menit per hari. Sementara anak-anak yang lebih muda, bahkan, menggunakan internet mereka selama 1 jam 50 menit. [Mohamad Deny Irawan]

























