Ankara, Gontornews — Turki mengecam persetujuan Israel atas pembangunan ribuan permukiman baru di Tepi Barat, Jumat (24/8).
“Kami mengecam keras persetujuan Israel untuk membangun lebih dari 2.000 unit perumahan di Tepi Barat, yang berada di bawah pendudukan Israel,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
“Tindakan yang diambil tanpa menghiraukan hukum internasional dan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa akan merusak proses perdamaian,” tambahnya.
Sekitar 600.000 warga Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 pemukiman Yahudi yang dibangun di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak Israel menduduki wilayah itu pada tahun 1967.
Palestina menginginkan daerah-daerah ini, bersama dengan Jalur Gaza, untuk masa depan negara Palestina.
Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua aktivitas permukiman Yahudi di tanah itu ilegal. [Rusdiono Mukri]





















