Istanbul, Gontornews – Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menegaskan bahwa Turki tidak akan berhenti untuk memberantas terorisme termasuk kepada kelompok-kelompok teror seperti, Daesh (ISIS), PKK, dan FETO.
“Negeri ini tidak akan memberikan sedikitpun kesempatan untuk anggota FETO, kelompok separatis maupun anggota Daesh,” ungkapnya saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Tol Kamaliye-Dutluca sebagaimana dilansir Yeni Safak, Sabtu (4/11).
Dalam kesempatan tersebut, Yilidirim juga mengapresiasi peran Partai Keadilan (AK) dalam merealisasikan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur seperti jalan raya, bandara rumah sakit dan pabrik dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Yilidirim menegaskan akan mempertahankan persatuan, kebersamaan dan persaudaraan di Turki.
Pernyataan Yilidirim sendiri mengacu pada usaha kudeta yang dilakukan oleh kelompok separatis pada 15 Juli tahun lalu yang menewaskan 250 orang dengan 2.200 lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Turki menilai FETO, organisasi teroris Fetullah bertanggungjawab atas aksi kudeta berdarah tersebut.
Tidak hanya itu, Ankara juga menuduh FETO berada dibalik kampanye penggulingan negaramelalui infiltrasi institusi Turki, seperti: militer, polisi dan Pengadilan.
Senada dengan Yilidirim, Presiden Turki Racep Tayyeb Erdogan juga mengatakan bahwa pasukan Turki akan berusaha untuk menghancurkan kamp teroris di Irak dan Suriah.
“Ini adalah hak fundamental kita untuk menyerang para teroris di manapun mereka berada.”
“Untuk ini, Turki tidak membutuhkan perizinan dari siapapun,” ungkapnya. [Mohamad Deny Iawan]




















