Ankara, Gontornews — Menteri Pendidikan Turki Ziya Selçuk mengumumkan bahwa kementeriannya berencana untuk memperpanjang tahun pendidikan bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah hingga 2 Juli untuk mengompensasi waktu yang hilang karena pandemi COVID-19.
“Kami memiliki rencana untuk memperpanjang durasi sekolah. Sekolah kami biasanya buka hingga 2 Juli termasuk seminar [untuk para guru] tetapi siswa kami memulai liburan musim panas mereka pada pekan-pekan sebelumnya. Tapi kali ini kami berencana untuk mempertahankan siswa kami di sekolah sampai 2 Juli,” kata Selçuk dalam sebuah wawancara dengan CNNTürk, Senin, 8 Maret.
Liburan musim panas yang panjang untuk siswa sekolah dasar dan menengah biasanya dimulai pada pekan pertama atau kedua bulan Juni dan berakhir pada pertengahan September.
Turki mengakhiri pembelajaran tatap muka segera setelah kasus virus korona pertama terlacak di negara itu pada Maret 2020 dan meluncurkan pembelajaran online yang didukung oleh tiga saluran televisi milik negara TRT pada akhir Maret 2020.
Dengan penurunan jumlah kasus korona di seluruh negeri pada Februari 2021, kementerian merencanakan membuka kembali sekolah-sekolah secara bertahap di provinsi berisiko rendah mulai pekan lalu.
“Sekitar 80 persen siswa kami di sekolah dasar dan menengah mengikuti pembelajaran tatap muka. Di sekolah menengah, angka ini 74 persen. Kami tidak memaksa siapa pun untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. Ini sukarela,” tandasnya dikutip Hurriyetdailynews.com.
“Saya yakin pekan pertama pembelajaran tatap muka sangat positif.”
Mengenai pertanyaan apakah rencana tersebut dapat berubah, Selçuk mengatakan kebijakan itu proses yang dinamis dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi.
Ia juga menginformasikan bahwa lebih dari 80.000 guru yang mengikuti pembelajaran tatap muka telah divaksinasi dan lebih banyak lagi yang akan mendapatkan suntikan di waktu mendatang. []




















