Ankara, Gontornews — Turki telah memecat lebih dari 6.000 orang dan memerintahkan penutupan puluhan asosiasi di bawah pemberlakuan keadaan darurat setelah kudeta yang gagal pada bulan Juli 2016.
Sebelumnya, lebih dari 100 ribu orang telah ditangguhkan atau dipecat karena dituduh memiliki hubungan dengan komplotan kudeta. Sementara puluhan media telah ditutup.
Dalam dekrit pemerintah terbaru yang dipublikasikan di surat kabar resmi Jumat (6/1), sebanyak 2.687 polisi, termasuk 53 komisaris tinggi, dipecat.
Sementara itu, 1.699 pegawai negeri sipil (PNS) telah dipecat dari Kementerian Kehakiman, termasuk delapan anggota Dewan Negara dan satu Komisi Pemilihan Umum. Demikian kantor berita negara, Anadolu, melaporkan Jumat (6/1).
Selain itu, 838 pejabat kesehatan dan ratusan karyawan dari departemen lain juga dipecat. Tak ketinggalan 631 akademisi juga dipecat.
Pemerintah juga menutup lebih dari 80 asosiasi yang dituduh melakukan kegiatan yang mengancam keamanan negara.
Pekan ini Turki kena dua serangan. Pertama serangan terhadap klub malam Reina yang diklaim dilakukan oleh kelompok ISIS dan yang kedua terhadap Izmir di mana yang berwenang menuduh kelompok PKK sebagai pelakunya. [Rusdiono Mukri]




















