Ankara, Gontornews — Turki menandatangani perjanjian dukungan militernya ke Pemerintah Libya yang diakui secara Internasional. Perjanjian dukungan tersebut mencakup permintaan kendaraan, peralatan dan senjata untuk digunakan dalam operasi militer, angkatan laut dan udara serta intelijen.
Melalui Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Turki juga siap meluncurkan pasukan reaksi cepat untuk membantu militer Libya dalam menjaga keamanan dan melawan pasukan oposisi, Khalifah Haftar.
Sebelumnya, akhir bulan lalu, Ankara dan Tripoli juga menandatangani perjanjian keamanan dan militer yang diperluas yang dilakuna secara terpisah yaitu sebuah memorandum tentang batas-batas laut yang dikatakan Yunani telah melanggar hukum internasional.
Untuk perjanjian maritim tersebut telah dikirim ke PBB untuk kemudian dapat disetujui. Sementara kesepakatan militer yang baru ditandatangani juga telah disampaikan kepada parlemen Turki.
“Parlemen akan mulai berlaku setelah persetujuan,” kata Cavusoglu, seperti dikutip Aljazeera.
Meski belum pasti waktu pemungutan suara di Turki akan kembali berlangsung, namun Presiden Turki, Recep Tayep Erdogan relah memastikan akan mengirim pasukan ke wilayah Afrika Utara.
“Kami akan melindungi hak-hak Libya dan Turki di Mediterania Timur. Kami lebih dari siap untuk memberikan dukungan apa pun yang diperlukan untuk Libya.” kata Erdogan kepada Haber TV, Minggu.
Erdogan juga mengatakan jika Khalifa Haftar, yang memimpin pasukan di Libya timur bukan pemimpin yang sah, “dan merupakan perwakilan dari struktur ilegal,” kata Erdogan setelah bertemu di Istanbul dengan Fayez al-Sarraj, Perdana Menteri Pemerintah Libya yang diakui secara internasional dari Kesepakatan Nasional.[Devi Lusianawati]





















