Nairobi, Gontornews — Kenya dan Uganda dilanda pemadaman listrik Sabtu (9/5). Perusahaan Listrik milik Kenya, Kenya Power, mengaku mengalami kesalahan saluran tegangan tinggi.
Sebagaimana diketahui, jaringan listrik di negara-negara di Afrika Timur saling terhubung. Kasus pemadaman listrik kali ini bukan pertama kalinya terjadi. Kasus pemadaman pertama terjadi Januari 2018 yang disebabkan oleh gangguan sistem.
Kenya Power, yang memiliki 7 juta pelanggan, mengatakan bhwa pemadaman listrik terjadi pada pukul 05.49 waktu setempat.
Sejumlah teknisi yang diterjunkan oleh Kenya Power berhasil mengidentifikasi kesalahan pada saluran listrik bertegangan tinggi yang mentransmisikan daya dari pembangkit listrik tenaga panas bumi di Olkaria ke Nairobi.
“Kesalahan (itu) menyebabkan hilangnya daya pada saluran listrik sehingga membebani generator listrik di seluruh negeri. Itulah yang menyebabkan pemadaman listrik,” ungkap pernyataan resmi Kenya Power sebagaimana dilansir Reuters.
Kenya Power sendiri menjelaskan bahwa pasokan listrik sudah berhasil dibenahi di Nairobi dan sejumlah kota besar di Kenya.
Sementara itu, Perusahaan transmisi Listrik di Uganda, Uganda Umeme Ltd, melaporkan pemadaman listrik serupa. “Kami kehilangan transmisi listrik di seluruh negara. Kami akan segera menyelidiki penyebabnya dan bekerja kerjas agar pemulihan terlaksana,” ungkap Uganda Umeme.
Uganda Umeme menambahkan bahwa pemadaman listrik akan terjadi dalam rentang Sabtu-Senin mendatang. Mereka menjelaskan pemadaman terjadi karena pihaknya tengah melakukan tes pelepasan air pada empat pembangkit listrik tenaga air utamanya di Nalubaale. Pembangkit listrik tenaga air di Nalubaale memasok sekitar 180 Megawatt listrik di Uganda.
Mneteri Air dan Lingkungan Uganda, Sam Cheptoris, mengatakan pelepasan air ini terjadi menyusul meningkatnya ketinggian air di Danau Victoria. Jika tidak ditangani, peningkatan volume air ini akan mengancam keempat bendungan air utama di Uganda. Tiga bendungan lain yang dimaksud adalah Kiira berkapasitas 200 MW, Bujagali berkapasitas 250 MW dan Isimba 183,2 MW.
Pada 14 April lalu, Uganda juga mengalami pemadaman listrik secara nasional menyusul penyumbatan gulma di tiga bendungan pembangkit listrik. [Mohamad Deny Irawan]


















