Jakarta, Gontornews — Menyusul rencana aksi damai ke 3 di Jakarta yang bertepatan dengan hari Jumat, pelaksanaan shalat Jumat di jalan menjadi perbincangan akhir-akhir ini. KH Tengku Zulkarnain menegaskan, tidak akan ada masjid yang mampu menampung sejuta atau lebih umat Islam yang berkumpul.
“Bukan syarat, ngerti ngga, shalat sah jika cukup syarat,” jelasnya melalui akun twitternya belum lama ini.
Pernyataan ini mempertegas rencana aksi damai jilid 3 yang akan digelar umat Islam pada Jumat, 2 Desember 2016 di pusat Ibukota Jakarta. Aksi lanjutan menuntut penegakan hukum atas Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan al-Qur’an dan ulama, akan diikuti puluhan ribu bahkan bisa mencapai jutaan masa dari berbagai wilayah di Indonesia.
Lebih lanjut, menurut Kiai Zulkarnain, Imam Nawawi mengatakan shalat Jumat tidak disyaratkan mesti di masjid. “Ada yang bilang tidak sah? Kita 1000 persen percaya Imam Nawawi dong!” lanjutnya.
“Majmu’ An-Nawawi Jilid 4 kata ulama-ulama Syafi’i tidak disyaratkan shalat jumat itu mesti di masjid. Boleh di tanah lapang asal dekat kota,” bebernya.
Yang lebih aneh lagi, lanjut Kiai Zulkarnain, Gubernur DKI tutup jalan yang sama dipakai joged sampai pagi dengan 17 panggung didiamkan. “Car Free Day kalian diam!”
“Aneh, jalan tertutup sementara merasa terganggu. Qur’annya dihina ngga merasa terganggu? Mana lebih besar gangguannya jalan atau al-Qur’an?” tegasnya. [Ahmad Muhajir/Rus]





















