Makassar, Gontornews — Mantan Ketua Umum PBNU KH Achmad Hasyim Muzadi mengatakan, sekarang kondisi umat Islam terbagi atas dua gerakan alur pemikiran, yakni Iran di satu sisi dan Saudi Arabia di sisi lain. Keduanya tidak hanya berperang fisik, tapi juga perang ideologi. Perpecahan ini dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam itu sendiri.
“Nah, posisi Indonesia sebagai umat Islam terbanyak yang berpaham Ahlusunnah wal Jamaah di dunia harus ada perjuangan untuk men-counter gerakan ini,” ujarnya saat memberikan kuliah umum di hadapan 2000 mahasiswa baru Universitas Islam Makassar (UIM) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Makassar, Sabtu (8/10).
Menurutnya, Islam memang menjadi agama mayoritas di Indonesia, tetapi belum tentu mayoritas dalam hal peranan. Posisi NU dan Muhammadiyah sebagai ormas yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tentunya harus bertindak menyikapi ideologi transnasional ini.
Di sinilah, katanya, Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) berperan dalam membela negara dalam suasana ghazwatul fikr (perang ideologi/persepsi) yang terjadi dewasa ini. Menurut anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini, Aswajalah yang mampu meredam gerakan ini.
Ia menjelaskan, dari sisi budaya saat ini Indonesia digempur berbagai budaya yang tidak sesuai dengan kondisi di Tanah Air. “Lihat saja kemajuan teknologi saat ini menghabisi moral pemuda kita. Tidak perlu menghabisi syariatnya, tetapi yang terjadi adalah seluruh sendi kehidupan kita diserang, sehingga dengan sendirinya syariat beragama kita habis dengan sendirinya,” tambahnya seperti dilansir nu.or.id. [Fathurroji/Rus]
















