Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang memutuskan untuk melarang warga non-Jepang dari Inggris mulai Kamis (23/12). Jurubicara pemerintah Jepang menjelaskan pelarangan ini terkait dengan informasi yang disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengenai varian baru virus Covid-19 yang mereka temukan.
Sejumlah negara juga menutup perbatasan atau akses masuk negara mereka bagi warga Inggris sejak Senin (21/12). Mereka khawatir, varian baru virus Covid-19 menyebar dan masuk ke negaranya.
βPemerintah akan mengambil langkah-langkah pengendalian terbatas secara fleksibel untuk mencegah penyebaran virus korona di dalam negeri,β kata Sekretaris Kabinet, Katsunobu Kato, dalam konferensi pers yang dikutip Reuters.
βKami meminta orang-orang untuk tidak melakukan kunjungan singkat ke Inggris,β imbuhnya.
Pemerintah Jepang akan meminta orang-orang termasuk penduduk asing untuk melakukan karantina selama 14 hari setelah kembali dari Inggris. Sedangkan warga negara Jepang yang datang dari Inggris diminta untuk menyerahkan surat pernyataan negatif Covid-19 dalam kurun waktu 72 jam setelah keberangkatan mereka.
Kato menambahkan pemerintah sedang mengumpulkan informasi serta menganalisis dampak dari mutasi virus korona di Inggris. Tak hanya itu, Kato juga menyebut pemerintah sedang membicarakan isu perdagangan antara Inggris-Uni Eropa dengan perusahaan Jepang.
Sejumlah negara di dunia melarang masuk warga negara Inggris ke wilayahnya. Sejumlah negara Asia dan Eropa menangguhkan perjalanan bagi warga Inggris pasca Perdana Menteri Boris Johnson melaporkan mutasi virus korona di wilayahnya.
Akibat pernyataan Boris tersebut, sejumlah negara menutup perjalanan warga Inggris ke sejumlah negara. Sebut saja India, Pakistan, Polandia, Spanyol, Swiss, Swedia, Yordania, Hongkong yang melarang warga Inggris untuk masuk. Sementara Arab Saudi, Kuwait dan Oman menutup perbatasan mereka sepenuhnya bagi Inggris. [Mohamad Deny Irawan]





















