Hanoi, Gontornews — Pemerintah Vietnam, Selasa (13/7/2021), berencana untuk menawarkan dua produsen vaksin yang berbeda untuk kampanye vaksinasi Covid-19. Rencananya, mereka akan menyuntikkan vaksin AstraZeneca untuk dosis pertama dan Pfizer untuk dosis kedua.
Sejauh ini, kampanye vaksinasi Vietnambaru memasuki tahap awal dengan kurang dari 300.000 orang yang telah menerima vaksin penuh. Pemerintah Vietnam baru menggunakan vaksin AstraZeneca serta baru saja menerima 97.000 dosis vaksin buatan Pfizer-BioNTech asal Jerman.
Meski demikian, WHO belum merestui penggunaan vaksin dari dua produsen yang berbeda. Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengonfirmasi bahwa tindakan mencampurkan dua produsen vaksin yang berbeda sangat berbahaya. Karenanya, ia meminta semua pihak tidak mencampurkan dua dosis vaksin yang berbeda sebelum ada penelitian lebih lanjut.
βIni merupakan tren yang berbahaya. Kami berada di zona bebas data. Belum ada bukti sejauh ini yang membuktikan hasil dari pencampuran atau mencocokkan (vaksin),β kata Swaminathan sebagaimana dilansir Reuters.
βIni akan menjadi situasi yang kacau bagi sebuah negara jika warga mulai memutuskan kapan dan siapa yang akan mengambil dosis kedua, ketiga dan keempat,β imbuhnya.
Sejauh ini, sebagaimana dilansir situs worldometers, Vietnam telah melaporkan penambahan 466 kasus baru sehingg total kasus positif mencapai 32.665 kasus. Sementara angka kematian akibat Covid-19 di Vietnam mencapai 125 kasus. [Mohamad Deny Irawan]





















