Washington DC, Gontornews — Polisi menemukan apa yang diyakini sebagai sisa-sisa wanita Muslim berusia 17 tahun yang diculik semalam setelah meninggalkan masjid setempat di Sterling, Virginia, dekat Washington DC, Amerika Serikat.
Komunitas Muslim Dulles atau The All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Sterling mengidentifikasi gadis yang hilang itu sebagai Nabra. Nama belakangnya saat ini masih dirahasiakan.
Media lokal melaporkan, Nabra adalah siswa yang baru saja menyelesaikan tahun kedua sekolah menengahnya.
“Kami hancur dan patah hati saat komunitas kami mengalami dan memproses peristiwa traumatis ini.” ADAMS mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Ini adalah saat bagi kami datang bersama untuk berdoa dan merawat masa muda kita,” paparnya seperti dikutip Aljazeera.
Nabra terakhir kali terlihat bersama sekelompok remaja Muslim pada Ahad (18/6) dini hari setelah makan di restoran lokal yang buka 24-jam di dekat masjid tempat dia melaksanakan shalat tarawih.
Kelompok tersebut berpapasan dengan pengendara motor yang kemudian menculik Nabra. Semua anggota kelompok lainnya berhasil melarikan diri.
Polisi menahan dan menuduh Darwin Martinez Torres, 22 tahun, dengan pembunuhan pada hari Ahad malam.
Pada sebuah konferensi pers pada hari Ahad, TJ Wright, humas kepolisian daerah Fairfax, mengatakan bahwa “sepertinya tidak ada indikasi” bahwa pembunuhan tersebut adalah sebuah islamphobia. Namun apa motif yang sesungguhnya akan terkuak saat penyelidikan berlangsung nanti. [Rusdiono Mukri]



















