Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina merilis informasi terbaru seputar korban meninggal dunia akibat virus korona. Per Kamis 6 Februari 2020, jumlah warga meninggal dunia mencapai 563 orang dengan hampir 3.000 orang tertular virus mematikan tersebut.
Salah satu ‘penyumbang data’ warga tertular terbesar berasal dari Jepang. Jepang tengah mengarantina 3.700 penumpang kapal pesiar Diamond Princess.ย Sebanyak 10 dari 3.700 penumpang kapal pesiar mewah tersebut positif tertular virus asal Wuhan tersebut.
Dengan demikian, Jepang telah mengonfirmasi 40 kasus virus korona di wilayahnya. Seorang penumpang kapal bernama Gay Courter bahkan mendesak negaranya agar menyediakan kapal guna mengevakuasi para penumpang. Andaipun ada yang tertular virus itu, ia meminta agar perawatan dapat dilakukan di Amerika Serikat.
โKami berharap pemerintah Amerika Serikat dapat mengirimkan transportasi bagi warganya yang berada di atas kapal,โ kata Gay Courter kepada Reuters.
โLebih baik lagi kita dapat tetap melakukan perjalanan dan mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah sakit Amerika,โ imbuhnya.
Sementara di Hong Kong, sebuah kapal pesiar berpenumpang 3.600 orang dan kru dikarantina oleh pihak berwenang. Otoritas setempat mengonfirmasi 3 kasus baru dari kapal pesiar World Dream tersebut.
Akibat temuan di kapal pesiar, Pemerintah Taiwan bahkan melarang semua kapal pesiar internasional untuk bersandar di wilayahnya.
Sementara itu, tiga kasus terbaru ditemukan di Singapura setelah mereka menghadiri pertemuan perusahaan di Hotel Grand Hyatt Singapura. Namun, pihak berwenang belum mengonfirmasi nama perusahaan terkait. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tengah menyelidiki temuan tersebut.
Bagi WHO, temuan ini sangat penting demi memastikan bahwa penularan dari manusia ke manusia memang terjadi. WHO pun memprediksi bahwa wabah ini akan meluas jika penularan virus dari manusia ke manusia berhasil terkonfirmasi.
Sementara untuk korban meninggal dunia, Provinsi Hubei masih menjadi wilayah terdampak virus korona. Jumlah kematian di wilayah ini pun meningkat dengan yang terbaru terkonfirmasi 70 kematian baru pada Rabu (5/2). Total ada 2.987 kasus terinfeksi baru dengan 80 persen kasus kematian terjadi di Provinsi Hubei.
Pemerintah Cina pun mengunci provinsi Hubei secara spartan. Stasiun kereta api dan bandara ditutup. Pun dengan jalan utama sekaligus penghubung antardaerah ditutup. [Mohamad Deny Irawan]




















