Putrajaya, Gontornews — Pemerintah Malaysia, Rabu (25/1/2023), memastikan pasokan ayam di pasar domestik stabil seiring masuknya laporan tentang peningkatan kasus flu burung di beberapa wilayah. Media lokal Malaysia, New Strait Times, melaporkan jika pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mengawasi wabah flu burung dari bumi sebelah utara.
“Untuk saat ini, Malaysia tidak terpengaruh (wabah flu burung) dan pasokan (ayam) sudah pulih,” ungkap Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia, Mohamad Sabu.
“Untuk saat ini, pasokan masih stabil dan kami berharap akan terus stabil,” sambungnya sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Pernyataan Mohamad Sabu ini merupakan tanggapan atas laporan Utusan Malaysia yang mengklaim bahwa pemerintah Malaysia sedang menghadapi masalah keamanan pangan serius karena penyusutan pasokan hingga 40 Persen pada Juni mendatang. Artinya, pasar domestik berisiko mengalami kekurangan hingga 900.000 ekor ayam per hari.
Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa ancaman kelangkaan makanan terjadi seiring semakin masifnya penyebaran wabah flu burung yang berasal dari negara-negara di belahan bumi sebelah utara.
Tidak hanya itu, banyak negara di Eropa dan Amerika Serikat mulai memberlakukan pembatasan ekspor ayam akibat wabah yang menyerang unggas tersebut. Tahun lalu, Uni Eropa terpaksa memusnahkan hampir 50 juta ekor unggas sebagai langkah pencegahan wabah flu burung. Negara seperti Prancis, yang menjadi produsen unggas terbesar kedua di Uni Eropa, terpaksa memusnahkan 22 juta ekor unggas pada tahun yang sama. [Mohamad Deny Irawan]





















