Perjuangan mengembalikan kejayaan Islam dan umat Islam, mengingatkan mereka akan bahaya penjajahan Barat pada semua segi kehidupan, serta menyerukan agar umat Islam kembali kepada ajaran Islam yang lurus serta menegakkan dan menjunjung tinggi kalimat Allah adalah perjuangan pemikiran untuk membangkitkan kesadaran Islam dan umat Islam agar kembali kepada al-Qurβan dan Sunnah. Lalu, kesadaran ini menyelinap ke dalam bumi Indonesia tanpa mampu dihadang pemerintah penjajah. Kesadaran itu telah mengobarkan semangat jihad kaum Muslimin Indonesia melawan penjajah. Mereka pun kembali berjuang dan melipatgandakan daya upaya untuk menyiarkan ajaran Islam, dan memantapkan dalam hati putra-Βputra umat.
Tantangan Masa Kini
Setelah penjajahan sirna dari Tanah Air, kebudayaan Barat yang direkayasa penjajah dulu masih terwarisi oleh anak-Βanak Muslim Indonesia. Ditambah dengan minimnya pendidikan syariat Islam yang mereka miliki. Bisa dibilang, kondisi kebanyakan kaum Muslimin Indonesia saat ini masih tak berdasarkan ajaran Islam seutuhnya. UsahaΒ-usaha untuk menjauhkan kaum Muslimin dari agama Islam terus berlangsung hingga era penjajahan budaya saat ini. Kecenderungan pada sekularisme mulai tampak dominan di Tanah Air, membantu usaha menjauhkan Islam dari masyarakat atau bidangΒ-bidang kehidupan umum. Begitulah upaya westernisasi atau meniru dan mengambil moralitas Barat, dan mengagungkan nilai-nilai budaya mereka yang Kristen.
Menghadapi tantanganΒtantangan ini, para pemimpin Islam tak boleh lengah. Karena saat ini banyak umat Islam memahami dan memandang Islam secara keliru. Islam dianggap hanya sebagai tuntunan ibadah, pendidikan Islam juga dipahami sebatas pendidikan segi ibadah (mahdhah) tanpa memedulikan pendidikan kebudayaan dan aspek kehidupan lainnya. Meski masih ada sebagian umat Islam yang mampu mengutamakan agama Islam daripada keyakinanΒ-keyakinan lain, tapi sebagian besar belum dapat melaksanakan syariat Islam secara utuh dan sempurna. Sebagian lagi ada yang masih menyucikan alΒ-Qurβan, tapi masih banyak pula yang terpengaruh oleh aliran-Βaliran kebatinan dan aliran-Βaliran lainnya yang iri hati terhadap kemajuan Islam dan kaum Muslimin.
Tiga tahun terakhir, muncul sekelompok pemuda Muslim yang mengaku sebagai pembaru pemahaman Islam. Mereka melakukan pemberontakan terhadap pemikiran kaum tua (kiai dan ulama). Sebagian ulama menyebut gerakan ini sebagai penyimpangan, dan sebagian lain menyebutnya sebagai rasionalisme yang memuja kebebasan akal.
SebabΒ-sebab timbulnya gerakan ini dapat diringkas sebagai berikut. Pertama, tekanan-Βtekanan politik kepada para pemuda di masa Orde Lama sebelum kudeta komunis yang gagal. Kedua, lemahnya pengetahuan agama dan dangkalnya ilmu keislaman mereka akibat lemahnya landasan pendidikan Islam dalam jiwa mereka. Ketiga, pengaruh bacaan bukuΒ-buku orientalis yang menyesatkan. Keempat, gencarnya serbuan sekularisme dan pengaruhnya terhadap para pemuda.
Kelima, perlakuan kaum tua di masa lalu yang banyak memaksakan kehendak kepada para pemuda. Sehingga timbul anggapan, seolah-Βolah hak adalah milik orangtua, sedang kewajiban adalah milik anak muda. Keenam, kekaguman berlebihan terhadap figur pemimpin yang menjurus kepada pemujaan, sehingga menimbulkan ketaatan tanpa pemikiran, berlebihannya rasa rendah diri. Dalam situasi krisis bangsa dan umat seperti saat ini, pemuda dan remaja menjadi sasaran utama ekspansi budaya Barat dengan segala muatan nilainya. Seperti sekularisme, ketidakpedulian pada agama, materialisme, permisivisme, komunisme, dan agama Kristen.
Semua nilaiΒ-nilai itu berusaha menjauhkan generasi muda Islam sejak dini dari agama, sehingga mereka mudah dibelokkan. Ekspansi ini menargetkan untuk menang di masa depan, bukan menang hari ini tapi kalah esok hari. Karena itu, mereka berusaha menguasai generasi muda Islam. Di sini saya sampaikan beberapa jalan pemecahan. Pertama, mengintensifkan pembentukan kepribadian Islam dan pendidikan Islam yang sehat dan berkualitas bagi generasi muda Islam. Kedua, menyelamatkan anak-Βanak, pemuda, dan pelajar dari lingkungan yang merusak. Ketiga, menangkal pendapatΒ-pendapat ekstrem yang merusak, dengan segala cara yang mungkin dilakukan. []






















