Jakarta, Gontornews — Institut Hijau Indonesia melalui program Jurnal Peradaban Hijau sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Etika Publikasi di Era Digital: Menyaring Jurnal, Meningkatkan Kredibilitas” pada Ahad (23/2/2025).
Sebagaimana tertera dalam Press Release, webinar ini menghadirkan akademisi dan pakar di bidang publikasi ilmiah untuk memberikan wawasan serta strategi dalam memahami etika publikasi serta membedakan jurnal bereputasi dari jurnal predator.
Dalam sambutannya, Dr. Musthafa Haidar Shahab, S.Kom, S.Pd, M.Pd., menyampaikan pentingnya pemahaman etika publikasi bagi akademisi. “Di era digital ini, publikasi ilmiah bukan hanya soal menulis dan menerbitkan, tetapi juga tentang memastikan bahwa hasil penelitian kita dipublikasikan melalui media yang kredibel dan bereputasi,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Dr. Qurnia Indah Permata Sari, S.IP., M.Sos., yang juga Editor In Chief Jurnal Peradaban Hijau, menegaskan bahwa publikasi di era digital membutuhkan kehati-hatian dalam memilih jurnal. “Banyak jurnal yang menawarkan kemudahan publikasi, tetapi tanpa proses review yang ketat. Kita harus lebih selektif dalam memilih jurnal agar penelitian kita memiliki dampak yang lebih luas dan kredibel,” jelasnya.
Sementara itu, Selamat Riadi, M.Pd., CIQnR., Dosen Prodi Geografi Universitas Lambung Mangkurat, menyoroti prinsip-prinsip etika dalam publikasi ilmiah. “Setiap akademisi harus memahami aspek kejujuran, transparansi, dan kejelasan dalam setiap publikasi. Menjunjung tinggi etika akademik akan memberikan dampak positif bagi reputasi ilmuwan dan institusi,” ungkapnya.
Risma Dwi Arisona, M.Pd., Dosen Pendidikan IPS IAIN Ponorogo, memberikan panduan dalam menyaring jurnal bereputasi. “Kita perlu mengenali ciri-ciri jurnal predator dan menghindarinya. Jangan tergoda dengan kemudahan publikasi tanpa proses peer-review yang jelas, karena itu bisa berdampak buruk pada kredibilitas akademik kita,” tambahnya.
Webinar ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, pengelola jurnal serta para alumni Green Leadership Indonesia. Melalui diskusi interaktif, para peserta mendapatkan wawasan mendalam dan strategi praktis untuk meningkatkan kualitas publikasi mereka di era digital.
Fathul Bari, M.Pd., selaku moderator acara, menutup webinar dengan menekankan bahwa kesadaran terhadap jurnal bereputasi sangat penting untuk masa depan akademik. “Harapan kami, webinar ini dapat membantu para penulis di Jurnal Peradaban Hijau menghindari jurnal predator dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah yang diakui di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Fathul Bari No. HP: 085731399290 Email: [email protected].
Jurnal Peradaban Hijau merupakan program dari Institut Hijau Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan penguatan etika akademik dalam dunia penelitian. Melalui berbagai kegiatan edukatif, Jurnal Peradaban Hijau berkomitmen untuk membangun ekosistem akademik yang lebih kredibel dan berkualitas. [Edithya Miranti]





















