Dhaka, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyebut 16 orang meninggal dunia akibat gigitan ular di Bangladesh. WHO prihatin dengan kondisi yang telah menyebabkan 6.041 orang meninggal setiap tahun di negara tersebut.
Secara global, WHO melansir ada sekitar 5,5 juta orang digigit ular di dunia dengan 150.000 berakhir dengan kematian.
Presentasi yang dilaksanakan atas kejasama antara WHO dan Kementerian Kesehatan Bangaldesh tersebut diadakan di Hotel Intercontinental, Dhaka, Kamis (24/10).
Secara khusus, WHO mengatakan sejumlah insiden gigitan ular terjadi di wilayah pedesaan dan mayoritas korban berusia muda.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bangladesh, Zahid Maleque, mengatakan banyak orang meninggal akibat gigitan ular setiap tahun dan masalah ini tidak lagi bisa diabaikan oleh semua pihak.
โ(Insiden gigitan ular terjadi) karena kelalaian, penggundulan hutan dan urbanisasi serta serangan orang-orang yang mengganggu habitat alami ular. Kehilangan habitatnya, ular memasuki lingkungan manusia dan menyebabkan gigitan ular di dalam negeri terus meningkat,โ kata Zahid Maleque sebagaimana dilansir Reuters.
โUlar adalah bagian penting dari lingkungan dan membunuh mereka sangat mempengaruhi ekosistem. Kita harus hati-hati agar tidak merusak keseimbangan ekosistem tersebut,โ imbuhnya.
Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah Bangladesh telah mengambil inisiatif untuk menyimpan penawar racun di rumah sakit Kabupaten. Tetapi, penyimpanan penawar racun di kompleks kesehatan sangat dibutuhkan karena jumlah orang yan digigit ular lebih banyak terjadi di pedesaan.
โYang penting, masyarakat harus terus waspada agar terhindar dari serangan ular,โ pungkas Maleque. [Mohamad Deny Irawan]





















