Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, menganggap pengembangan vaksin Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir memberikan optimisme pada dunia. Padahal, berdasarkan data terbaru, perkembangan infeksi Covid-19 dalam empat pekan terakhir melebihi perkembangan infeksi yang terjadi 6 bulan pertama sejak pandemi merebak.
“Urgensi pengembangan vaksin harus imbang dengan urgensi yang sama untuk mendistribusikannya dengan adil,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“Dengan berita positif mengenai uji coba vaksin, cahaya di ujung saluran panjang dan gelap saat ini semakin terang,”
“Sekarang ada harapan nyata bahwa vaksin, yang dikombinasikan dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang telah dicoba dan diuji, akan membantu untuk mengakhiri pandemi,” ucap Tedros sebagaimana dilansir Anadolu.
Tedros menambahkan bahwa, sepanjang sejarah, tidak ada vaksin yang dapat dikembangkan secepat sekarang. “Komunitas ilmiah memiliki standar baru dalam pengembangan vaksin. Saat ini, komunitas internasional harus menetapkan standar baru untuk sebuah akses,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala ilmuwan WHO, Dr Soumya Swaminathan, menjelaskan bahwa pengumuman seputar uji coba tahap ketiga vaksin buatan Pfizer dan Moderna menggembirakan. Pun dengan vaksin AstraZeneca.
“Menurut saya, kabar baiknya adalah vaksin untuk penyakit Covid-19 dapat dibuat,” ujar Swaminathan.
“Dan mungkin saja, kami akan memiliki sejumlah kandidat vaksin yang dapat digunakan untuk memerangi penyakit ini,” tambahnya.
“Kami ingin memberikan akses ke sebanyak mungkin vaksin yang efektif dan aman sehingga dapat mencakup bagi populasi dunia.”
“Ingat, cakupan miliaran orang sangatlah besar. Dan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kita akan membutuhkan semua kapasitas manufaktur di dunia untuk dapat melakukan itu.”
“Saya rasa, kita perlu menunggu untuk melihat hasil baik dari khasiat ataupun keamanannya,” tutup Swaminathan. [Mohamad Deny Irawan]





















