Riyadh, Gontornews — Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mengakui bahwa pemboman sebuah bus sekolah di Yaman bulan lalu – yang menewaskan 51 orang, termasuk 40 anak – tidak bisa dibenarkan.
Temuan tim penyelidik yang diumumkan hari Sabtu (1/9) menyebutkan, kesalahan telah dibuat dalam serangan udara 9 Agustus di Provinsi Saada.
Pada hari serangan itu, juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Malki mengatakan, pasukannya menyerang “target militer yang sah”.
Namun tim investigasi aliansi militer (JIAT) mengatakan, mereka yang terlibat dalam serangan itu harus bertanggung jawab.
“Tim Gabungan … berpendapat bahwa pasukan koalisi harus melakukan tindakan hukum untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kesalahan itu,” ujar Mansour Ahmed al-Mansour, penasihat hukum JIAT, kepada wartawan di ibukota Saudi, Riyadh.
Penyidikan dilakukan setelah serangan udara itu memicu kecaman internasional dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan perlunya penyelidikan independen. [Rusdiono Mukri]




















