Depok, Gontornews — Nadiya Group Foundation (NGF) bersama Yayasan Visi Kita (YVK) menggelar tasyakuran sekaligus menyantuni ratusan anak yatim di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Putri Bojongsari, Sawangan, Depok, Jumat (21/8). Yayasan Visi Kita merupakan yayasan yang didirikan dan dikelola alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1999 akhir.
Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Ulumul Qur’an Putri Depok, KH Jamaludin mengapresiasi agenda yang digagas oleh YVI dan NGF tersebut. Baginya, tasyakuran dan santunan anak di Ponpes Ulumul Qur’an Putri Sawangan dilaksanakan tepat dalam momentum peringatan Tahun baru Islam 1442 H.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran saudara kita dari Nadiya Group Foundation,” kata Kiai Jamaluddin dalam rilis yang diterima Gontornews.
“Mari bersama-sama membangun Pondok Pesantren Ulumul Qur’an ini. Semoga berguna dan bermanfaat bagi generasi bangsa,” imbuhnya.
Acara tasyakuran dan santunan anak yatim, turut dimeriahkan tim hadroh dari santri pesantren yang berdiri pada 2001 tersebut.
Sementara itu, pemilik Nadiya Group Foundation, Nadiya Stefhanie, berharap acara bertajuk “The Miracle of Giving” dapat memotivasi santri untuk terus menuntut ilmu.
“Saya berharap santri-santri di sini dapat lebih giat, lebih bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an. Saya bisa menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan untuk adik-adik sekalian,” kata Nadiya dihadapan 707 santri Ponpes Ulumul Qur’an Putri, Depok.
Nadiya juga mengapresiasi kerjasama dengan YVI seraya berharap acara serupa dapat dilaksanakan di lokasi lain.
“Bisa dibilang, Yayasan Visi Kita memiliki jaringan pesantren dan yatim yang luas. Saya berharap dapat terus bersinergi dengan Visi Kita dalam menyalurkan zakat dan sedekah tidak hanya di satu tempat tetapi juga di tempat lain,” tambah Nadiya.
Senada dengan Nadiya, Ketua YVI, KM Husni, berharap sinergi dengan NGF terus dapat dilaksanakan dengan maksud syiar agama Islam.
“Insya Allah, YVI dapat bermanfaat bagi umat Islam dengan selalu mengadakan acara-acara yang menjadi syiar Islam,” tutup KM Husni. [Mohamad Deny Irawan]




















