Jakarta, Gontornews — Untuk mendukung Pemerintahan Pusat tentang penghentian proyek reklamasi di Teluk Jakarta, Â lebih 1.000 nelayan akan melakukan penyegelan terhadap dua pulau yang saat ini masih dalam pengerjaan proyek reklamasi. Penyegelan akan dilakukan besok (17/4) dengan menggelar teatrikal sebagai simbol protes para nelayan.
Ketua DPW Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) DKI Jakarta, Muhammad Taher, menjelaskan, proyek reklamasi di Teluk Jakarta sampai saat ini terus berlangsung meskipun Pemerintah Pusat melalui keputusan DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan telah sepakat menghentikan proyek reklamasi tersebut.
Menurutnya, proyek reklamasi yang saat ini sudah berlangsung di empat pulau, telah menghilangkan sebagian mata pencaharian para nelayan. Sebab, kegiatan reklamasi telah mengakibatkan hilangnya wilayah tangkap para nelayan.
“Saat ini sudah ada empat pulau yaitu C, D, F dan G. Besok kita akan melakukan aksi di Pulau C dan D,” jelasnya kepada Majalah Gontor.
Ia berharap dengan aksi besok, Pemerintah, khususnya Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghentikan kegiatan reklamasi, tidak hanya sementara namun selamanya. Sebab, reklamasi bukan merupakan kebijakan pro rakyat melainkan para pengusaha besar di negera ini.
“Kita tidak akan bisa membeli tanah dengan harga 10-20 juta permeter, semua hanya untuk mereka pengusaha-pengusaha properti,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Forum Kerukunan Masyarakat Nelayan Muara Angke (Forkeman- MA), Ramli mengatakan pihaknya mendukung penuh aksi yang akan digelar besok. Ia bersama anggota lainnya yang tergabung dalam Forkeman-MA akan menyiapkan sebanyak 200 perahu nelayan untuk mensukseskan penyegelan pulau yang masih terus berlangsung.
“Jika teman-teman media ingin bergabung, kami siapkan perahu kami,” kata Ramli.[Devi Lusiana]


















