Kota Gaza, Gontornews — Para sekretaris jenderal dari faksi-faksi Palestina mengadakan pertemuan rekonsiliasi “bersejarah” di Beirut, sembilan tahun setelah pertemuan serupa di Kairo berakhir dengan perselisihan dan perseteruan.
Pertemuan pekan lalu, yang dipimpin secara virtual oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Ramallah, melibatkan 12 faksi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), selain Hamas dan Jihad Islam.
Pertemuan itu penuh senyuman, persahabatan, dan persaudaraan. Ada optimisme rekonsiliasi dari pertemuan tersebut, bahkan dari rival politik yang berlawanan, Fatah dan Hamas.
Sekretaris jenderal komite eksekutif PLO, Saeb Erekat, mengatakan kepada Arab News: “Pertemuan tersebut merupakan peristiwa bersejarah, dan langkah penting untuk mencapai persatuan politik dan perjuangan Palestina, perwujudan kemitraan politik dan kesepakatan tentang mekanisme kerja yang jelas dan jadwal untuk mengakhiri perpecahan, yang telah melemahkan posisi Palestina dalam menghadapi tantangan.”
Sementara itu, Husam Badran, kepala hubungan nasional Hamas dan anggota biro politik organisasi tersebut, mengatakan kepada Arab News bahwa mengadakan pertemuan itu merupakan langkah penting untuk menyatukan kedua belah pihak.
“Itu telah menjadi peristiwa penting dan lama ditunggu yang dihasilkan dari diskusi rinci antara Hamas dan Fatah tentang apa yang terjadi di masa mendatang, dan bahaya yang dihadapi tujuan nasional kita,” katanya.
“Kami percaya bahwa persatuan sebagai rakyat Palestina dengan semua komponennya memberi kami lebih banyak kekuatan, dan kami berbicara tentang Organisasi Pembebasan Palestina dalam konteks ini, yang kami yakini sebagai rumah inklusif bagi semua rakyat Palestina.”
“Tapi itu harus mencakup semua orang dengan semua komponen faksional, lembaga masyarakat sipil, dan tokoh nasional yang seimbang,” tambah Badran dikutip Arabnews.com.
Erekat mengatakan bahwa persetujuan Abbas atas rekomendasi komite dari pertemuan tersebut merupakan mandat utama dan konfirmasi yang jelas dari kepentingan kepemimpinan Palestina dalam keberhasilan misi persatuan.
Delegasi menetapkan jadwal lima pecan bagi panitia untuk menyelesaikan rekomendasi dan mempresentasikannya pada pertemuan berikutnya yang menurut Erekat akan dihadiri oleh sekretaris fraksi, anggota pengurus dan pengurus pusat PLO, serta tokoh politik dan agama.
Komite tersebut membahas tiga masalah utama perlawanan rakyat yang damai, proyek nasional dan politik, serta kemitraan politik dan pembangunan kembali PLO. []


















