Baku, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Armenia untuk tidak mencoba melanggar gencatan senjata di Nagorno-Karabakh.
Hurriyetdailynews.com merilis, Erdogan menyampaikan hal itu dalam pidatonya kepada pasukan Turki yang ditempatkan di Azerbaijan untuk bersama-sama memantau pelaksanaan kesepakatan antara Azerbaijan dan Armenia.
“Saya berharap pusat yang memantau gencatan senjata akan beroperasi secepat mungkin. Saya menyarankan pasukan Armenia tidak mengulang kesalahan, mencoba melanggar gencatan senjata,” kata Erdogan kepada pasukan Turki di Baku pada 31 Desember melalui telepon genggam Menteri Pertahanan Hulusi Akar.
Akar melakukan kunjungan singkat ke Azerbaijan untuk mengunjungi pasukan Turki dan mengadakan pembicaraan dengan mitranya dari Azerbaijan, Zakir Hasanov.
Erdogan menyoroti kemenangan bersejarah pasukan Azerbaijan dalam membebaskan wilayah pendudukan dari Armenia dalam bentrokan selama 44 hari. Ia menegaskan kembali bahwa Turki dan Azerbaijan merupakan “dua negara, satu bangsa.”
“Kehadiran Anda merupakan tanda kehormatan yang menunjukkan tingkat hubungan antarnegara kita. Sebagai Turki, kami mendukung perjuangan Azerbaijan di lapangan dan di semua platform internasional,” katanya.
Sementara itu, Akar menggarisbawahi bahwa persaudaraan antara Turki dan Azerbaijan tidak bisa dipatahkan dan semua orang harus memahaminya dan tidak salah perhitungan.
Pasukan Turki dan Azerbaijan terus bekerjasama untuk membersihkan ranjau dan alat peledak rakitan di daerah yang ditinggalkan oleh tentara Armenia, menteri itu menekankan.
“Kami hanya melawan teroris atau tentara. Kami tidak seperti orang-orang yang melakukan pembantaian di Hocali atau meluncurkan rudal ke kota-kota Azerbaijan,” tandasnya.
Ia menambahkan, “Kegiatan kami akan semakin intensif setelah Pusat Gabungan mulai bekerja. Kami akan memenuhi misi kami untuk membela hak-hak saudara-saudara Azerbaijan kami dengan kerjasama pasukan Turki-Rusia.” []





















