Tripoli, Gontornews — Setidaknya 165 migran tidak berdokumen telah diselamatkan di lepas pantai barat laut Libya. Para migran termasuk 34 wanita dan 12 anak-anak diselamatkan dari sebuah perahu karet di lepas pantai Castelverde, 75 kilometer sebelah timur Tripoli, setelah terdampar selama lebih dari 60 jam di laut tanpa makanan dan air.
Demikian pasukan angkatan laut yang berafiliasi dengan pemerintah persatuan Libya seperti dilansir Anadolu Agency, pada Selasa (17/7) menjelaskan. Dijelaskannya, para migran terdiri dari dua orang Aljazair, dua orang Bangladesh, seorang Mesir dan berbagai warga negara Afrika lainnya. Selama operasi penyelamatan, angkatan laut juga menemukan mayat bayi.
Sebagaimana diberitakan, Libya sejak runtuhnya otoritas pusat pada tahun 2011, pantai barat laut negara itu telah menjadi pusat migrasi ilegal ke Italia dan negara-negara lain di Eropa. Libya merupakan titik transit utama bagi para migran Afrika yang mencari akses ke Eropa, terutama Italia. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















