Karachi, Gontornews — Sedikitnya 17 orang tewas akibat hujan muson yang mengguyur sebagian kota di Pakistan.
Pejabat penyelamat, Anwar Kazmi, mengatakan tujuh orang tewas akibat sengatan listrik dan tiga orang meninggal setelah satu atap runtuh di kota Karachi yang berpenduduk 20 juta orang.
Menurutnya, korban tewas diperkirakan akan terus meningkat karena kondisi jalan yang tergenang air akibat hujan. Sehingga menyulitkan tim penyelamat mencapai lokasi korban.
“Hujan dan banjir yang terjadi sejak semalam, telah menghasilkan lebih dari 180mm hujan di kota pelabuhan,” katanya dikutip Aljazeera.
Untuk mempermudah masyarakat yang terdampak , Militer Pakistan turut membantu mereka dalam memompa air keluar sehingga dapat keluar dari jalan yang tergenang.
Menurut Kantor Met, Karachi diperkirakan akan menerima hujan intermiten selama 24 jam ke depan.
Sementara itu, Perwira polisi, Idrees Khosa mengatakan lima orang tewas dalam banjir bandang dan dua lainnya tersengat listrik di provinsi Punjab, yang juga terdampak hujan lebat.
Setiap tahunnya, hujan lebat sering menghampiri Pakistan, membuat negara itu harus bekerja keras dalam mengatasi banjir yang berlangsung dari Juli hingga September dan menyebabkan banjir di seluruh Asia Selatan.[Devi Lusianawati]






















