Birmingham, Gontornews — Masjid Qamarul Islam dan Masjid Al-Hijrah di kota Birmingham, Inggris, diserang dengan bantalan bola besar yang ditembakkan dari ketapel pada hari Rabu (15/8) saat berlangsung shalat Isya. Serangan itu menghancurkan beberapa jendela.
“Polisi bersenjata dikerahkan untuk berjaga-jaga,” kata polisi setempat di Twitter sebagaimana ditulis Aljazeera.
Pada hari Kamis, polisi mengatakan telah membuka penyelidikan terhadap serangan kejahatan kebencian itu.
“Sementara kita belum sepenuhnya mengetahui motifnya, bantalan bola seukuran kelereng itu berpotensi untuk membunuh,” kata Bahu Trust yang berbasis di Birmingham, yang mengelola sejum lah masjid di Inggris.
Pemantau kejahatan kebencian Tell MAMA UK mengatakan, sangat mengutuk serangan katapel di masjid-masjid Inggris.
Serangan itu terjadi setelah seorang pria berusia 29 tahun dari Birmingham ditangkap karena dicurigai melakukan terorisme setelah menabrakkan mobilnya ke dalam pagar keamanan di parlemen Inggris di London, Selasa (14/8).
Naveed Sadiq, yang berada di Masjid Al-Hijrah, mengatakan kepada Sky News bahwa dia merasa serangan itu mungkin “terkait” dengan apa yang terjadi di London.
Bulan lalu, Tell MAMA UK mengatakan bahwa tampaknya Islamofobia meningkat setelah serangan di Inggris dan di luar negeri.
Kelompok itu mengatakan ada kenaikan 700 persen insiden anti-Muslim seminggu setelah serangan di Manchester Arena pada Mei 2017, ketika 22 orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah konser penyanyi AS, Ariana Grande. [Rusdiono Mukri]






















