Dalam laporan Global Humanitarian Assistance Report 2018 yang dikutip Anadolu Agency, Ahad (19/8) disebutkan, terdapat duaΒ miliar orang hidup dalam kemiskinan, sementara 753 juta lainnya mengalami kemiskinan ekstrem dan berjuang untuk bertahan hidup.Β Dua miliar orang tersebut mendapat kurang dari US$ 3,2 per hari.
Sementara, orang yang sangat miskin, yang jumlahnya 753 juta itu memiliki pendapatan kurang dari US$ 1,9 setiap hari. Laporan itu juga menyebutkan jumlah orang yang dipaksa pindah di seluruh dunia meningkat 2,9 juta pada tahun 2017 dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya, karena jumlah seluruhnya mencapai 68,5 juta.
Dijelaskan laporan tersebut, pada tahun 2017 setidaknyaΒ terdapat 201 juta orang di 134 negara membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Beberapa di antaranya, di Yaman terdapat 20,7 juta orang sedang membutuhkan bantuan, yang kemudian diikuti oleh Suriah yang dilanda perang sipil, di mana 13,7 juta orang membutuhkan bantuan. Sedangkan Turki dengan 12,8 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan masuk di urutan ketiga dalam daftar tersebut.
Demikian halnya dengan Ethiopia, Irak, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Afghanistan, Somalia, Kenya, Haiti, Malawi, Kolombia, Sudan, Chad, Zimbabwe, Mali, Ukraina, Kamerun, Lebanon, Pakistan, Burundi, Yordania, Republik Afrika Tengah , Uganda, Niger, Palestina, Mozambik, Madagaskar, Libya, Angola,Β Bangladesh, Sri Lanka, Nepal dan Myanmar juga disebutkan dalam daftar. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















