Jakarta, Gontornews — Memasuki November 2019, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi sekaligus. Yaitu The Best Indicator Global untuk Anak Perusahaan BUMN Tbk, Creative Competition Strategy Terbaik (Corporate Marketing) untuk Anak Perusahaan, dan The Best CMO Anak Perusahaan atas nama, Dilo Seno Widagdo, Direktur Komersial PGN.
BUMN Branding And Marketing Award 2019, diselenggarakan oleh BUMN Track dan didukung oleh Arrbey Consulting, mengambil tema “Beyond Innovation”. Memasuki tahun ke-7, kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan berkinerja unggul dan berkompetisi di pasar global melalui inovasi bidang branding dan marketing. Menurut informasi panitia, jumlah peserta pada tahun 2019 ada 92 perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN di Indonesia. Setelah diseleksi awal, jumlah peserta kemudian dikerucutkan menjadi 77 perusahaan.
Ketegori Indikator Global merupakan kategori tambahan tahun 2010. Menurut Ketua Dewan Juri, Prof Rhenald Kasali, kekuatan branding di era Industri 4.0 memicu persaingan, tidak hanya dalam lingkup nasional, tetapi juga lingkup global. Digital marketing telah membuat BUMN mampu bersaing di luar batas dan memiliki kualitas dengan global mindset.
Menurut Rhenald Kasali, sebagai The Best CMO, Dilo Seno Widagdo mampu menerapkan mindset dan menggiring perusahaan yang dipimpinnya naik kelas menjadi wolrd class company. Kualitas wolrd class company dibangun PGN melalui langkah-langkah sinergi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) dan entitas anak usahanya. PGN merupakan salah satu perusahaan energi gas bumi terbesar di ASEAN.Panjang pipa gas PGN saat ini hampir dua kali lipat dari jaringan gas milik Malaysia dan Thailand, serta 4 kali lipat lebih panjang daripada jaringan gas di Singapura.
Selain itu, jelas Rhenald Kasali, upaya pemenuhan pasokan gas berbagai sumber dan dukungan infrastruktur yang dibangun semakin mengokohkan PGN menjadi perusahaan energi kelas dunia yang mampu memenuhi kebutuhan energi secara efisien. PGN berkomitmen untuk selalu mengembangkan infraskrutur gas bumi yang mampu menjngkau semua segmen pasar. Selama proses itu, tentu terdapat banyak kendala dan tantangan. “Atas dasar itu, PGN berhak meraih tiga award dalam tahun 2019,” tegasnya.
Menanggapi capaian BUMN Award, Direktur Komersial PGN, Dilo Seno Widagdo, mengaku senang dan bangga. “Kami tentu bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga dapat menyukseskan upaya PGN untuk berkomitmen menjalankan perannya sehingga dapat diakui secara global,” ujar Dilo Seno Widagdo di Jakarta (05/11/19).
Menurut Dilo, PGN telah memiliki 10.000 KM sambungan pipa dan mampu melayani lebih dari 350.000 pelanggan di semua sektor. Mulai dari kelistrikan, industri, komersial, UMKM, transportasi, dan rumah tangga. Segala fasilitas dan jaringan ini cukup memadai untuk mendukung peningkatan kualitas jasa dan layanan bisnis PGN.
Rachmat Hutama, sekretaris perusahaan PGN, juga mengungkapkan rasa senangnya. “Kami bersyukur, PGN kembali mampu membuktikan perannya sebagai Sub-Holding gas bumi di Indonesia. Dalam setiap langkah untuk menjalankan peran strategisnya, PGN diiringi dengan berbagai pertimbangan seluruh aspek. Serta terobosan yang inovasi dan kreativitas juga sangat perlu dilakukan. Tanpa hal itu, langkah kami tidak akan sampai pada tahap ini,” ujarnya.
Program PGN 360 Degree Integrated Solution. sebagai contoh, diandalkan menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan layanan secara menyeluruh. Mulai dari penyediaan gas hingga layanan pendukung lainnya dari hulu sampai hilir. “PGN 360 degree juga merupakan langkah pembaruan PGN untuk mendukung pembangunan smart city di Indonesia,” tegas Rachmat HUtama.
Dalam rangka mewujudkan penyediaan energi gas bumi, tambah Rachmat, program pembangunan infrastruktur digalakkan maka dibangun diantaranya membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 KM, 5 FSRU, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan berbagai segmen konsumen.
Dalam pandangan Rachmat, infrastruktur gas bumi merupakan investasi jangka panjang dengan risiko pasokan dan pasar yang belum terjamin. ”Namun, PGN, sebagai pionir pemanfaatan gas bumi, mengambil risiko itu dengan misi agar ketahanan energi nasional semakin kokoh,” pungkas Rachmat.[Dedi Junaedi]






















