Kuala Lumpur, Gontornews – Kepolisian Malaysia tengah melakukan investigasi terhadap tewasnya 21 orang dan puluhan warga lainnya terpaksa dirawat secara intensif di sebauh rumah sakit di Malaysia akibat meminum minuman keras oplosan, Rabu (19/9) waktu setempat.
Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menuturkan bahwa korban tewas akibat mengonsumsi miras oplosan tersebu tersebar di Kuala Lumpur dan di Selangor. Otoritas kesehatan setempat menemukan bahwa sekitar 57 warga Malaysia mengalami keracunan setelah mengonsumsi miras oplosan.
“Jumlah kasus diperkirakan meningkat karena lebih banyak pasien yang dirawat di Rumah Sakit,” ungkap Dzulkefly Ahmad saat mengadakan konferensi pers di Putrajaya sebagaimana dilansir Reuters.
Lebih lanjut, miras oplosan yang dikonsumsi oleh sejumlah warga Malaysia mengadung etanol dalam jumlah besar yang sangat berbahaya bagi tubuh. Selaian warga Malaysia, otoritas setempat juga mencatat ada beberapa warga negara Bangladesh, Indonesia, Myanmar dan Nepal yang mengalami keracunan miras oplosan.
“Kami sangat prihatin karena orang-orang beralih ke minuman keras berbiaya murah,” jelas Dzulkefly.
Akibat kasus ini, pihak kepolisian setempat menangkap 7 orang dan menyita sekitar 3.000 botol miras oplosan yang diperoleh dari 12 tempat. Miras tersebut umumnya ‘dibungkus’ dengan kaleng wisky dan bir. Para pelaku juga diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. [Mohamad Deny Irawan]





















